MANOKWARI, LinkPapua.id – Kabupaten Manokwari, Papua Barat, terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV yang akan dihadiri 8.000 peserta. Panitia memastikan seluruh kesiapan mulai dari transportasi, penginapan, hingga layanan kesehatan bagi kontingen dari 38 provinsi kini memasuki tahap final.
“Untuk transportasi jalur udara kami menggunakan pesawat reguler juga pesawat Hercules, di samping menggunakan kapal laut,” ujar ketua panitia Pesparawi Nasional XIV Ali Baham Temongmere kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (23/2/2026).
Ali Baham menjelaskan pihaknya telah melakukan konsolidasi intensif dengan berbagai pihak terkait guna menjamin kelancaran pelayanan. Sektor kesehatan dan keamanan menjadi perhatian khusus demi memberikan kenyamanan bagi para peserta selama berada di Papua Barat.
Panitia telah menyiapkan skema pendampingan khusus melalui liaison officer (LO) bagi setiap kontingen yang datang. Sebanyak 38 provinsi tercatat telah menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam ajang keagamaan berskala nasional ini.
“Nantinya ada LO yang kami tunjuk untuk melayani dengan baik. LO juga akan kami bekali agar tugas dan tanggung jawabnya benar-benar terlaksana,” katanya.
Ali Baham mengakui adanya potensi pengurangan jumlah personel dari beberapa daerah seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat akibat musibah bencana alam. Meski demikian, panitia tetap optimis pelaksanaan kegiatan di Manokwari akan tetap berjalan meriah dan khidmat.
“Harapan kami tetap hadir, walaupun mungkin jumlahnya berkurang,” lanjutnya.
Terkait akomodasi, panitia telah memetakan sejumlah hotel serta penginapan di seluruh penjuru Manokwari untuk menampung ribuan orang. Tamu VVIP dijadwalkan menempati Swiss-Belhotel dan Aston Niu, sementara peserta lainnya akan menempati fasilitas yang telah disediakan secara kolektif.
Pembukaan acara akbar ini direncanakan berpusat di RTP Borasi. Sementara itu, lokasi lomba akan disebar ke beberapa titik strategis seperti Aula Utama UNIPA, Auditorium TP-PKK, hingga Aula Polda Papua Barat.
Pemerintah daerah berharap lonjakan kunjungan ini dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi para pelaku usaha lokal di Manokwari. Seluruh pengelolaan anggaran dari pemerintah pusat maupun daerah ditegaskan akan dikelola secara transparan dan akuntabel. (LP14/red)








