MANOKWARI, LinkPapua.id – Mantan Bupati Pegunungan Arfak (Pegaf) dua periode, Yosias Saroy, secara terbuka menyatakan kesiapannya bertarung dalam pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat periode 2026-2030. Pernyataan ini sekaligus mempertegas peta persaingan bursa kepemimpinan olahraga di Bumi Kasuari yang kini mulai didominasi oleh tokoh-tokoh berpengaruh di daerah.
“Iya saya siap maju sebagai calon Ketua KONI Papua Barat,” tegas Yosias melalui sambungan telepon, Minggu (29/3/2026).

Kepastian ini muncul usai beredarnya selebaran yang mencantumkan nama Yosias bersama figur kuat lainnya seperti Aloysius Paulus Siep dan Markus Waran. Yosias menilai dinamika yang menghangat ini merupakan hal positif bagi demokrasi dalam organisasi olahraga tertinggi di tingkat provinsi tersebut.
“Semua yang maju adalah putra/putri tanah Papua yang terbaik. Karena itu mari kita berkompetisi secara sehat dan tidak boleh menciptakan terjadinya perpecahan,” ujarnya.
Yosias menekankan bahwa kontestasi ini harus dijadikan momentum untuk menyatukan kekuatan demi memajukan prestasi atlet di wilayah Papua Barat. Ia berjanji akan merangkul seluruh cabang olahraga (cabor) serta memperkuat sinergi dengan kepengurusan KONI di tujuh kabupaten yang ada.
“Sudah waktunya atlet kita dari Papua Barat harus dapat bersaing di tingkat nasional dan internasional,” katanya.
Visi Yosias berfokus pada strategi pembinaan yang berkelanjutan dan terukur agar daerah tidak hanya sekadar menjadi partisipan dalam ajang olahraga. Ia berkomitmen untuk membenahi sistem kompetisi internal serta meningkatkan kualitas pelatih guna mendongkrak prestasi di level yang lebih tinggi.
Komitmen ini hadir di tengah tantangan besar terkait keterbatasan anggaran dan belum meratanya pembinaan atlet di berbagai wilayah terpencil. Publik kini menanti langkah konkret serta skema pendanaan yang akan ditawarkan Yosias untuk menjawab persoalan mendasar olahraga di Papua Barat.
Munculnya tokoh setingkat mantan bupati ini diharapkan mampu membawa stabilitas manajemen serta posisi tawar yang lebih kuat bagi KONI Papua Barat. Adu gagasan dan transparansi visi kini menjadi faktor penentu yang dinanti oleh para pemangku kepentingan olahraga dalam menentukan nakhoda baru. (LP14/red)















