MANOKWARI, Linkpapua.id-Melonjaknya harga elpiji non-subsidi saat ini tentu menjadi perhatian serius. Anggota DPRK Manokwari Masrawi Aryanto mengungkapkan kenaikan harga tersebut justru semakin membebani masyarakat.
“Sebagai wakil rakyat di daerah, kami memahami bahwa kebijakan penyesuaian harga merupakan bagian dari dinamika pengelolaan energi nasional. Namun demikian, kebijakan tersebut tidak boleh dilepaskan dari kondisi riil masyarakat di lapangan, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah yang sangat bergantung pada ketersediaan energi dengan harga yang terjangkau,”ungkap dia Jumat (24/4/2026).
Dikatakannya, kenaikan ini berpotensi memberikan dampak berantai terhadap stabilitas ekonomi daerah, termasuk meningkatnya biaya produksi usaha kecil, harga kebutuhan pokok, hingga daya beli masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah antisipatif dan responsif dari pemerintah daerah kabuoaten manokwari.
“Kami mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi dengan pihak terkait guna memastikan distribusi gas elpiji tetap lancar, tidak terjadi kelangkaan, serta mencegah adanya praktik spekulasi harga di tingkat pengecer. Selain itu, penting juga untuk menghadirkan solusi konkret, seperti pengawasan distribusi yang lebih ketat, edukasi penggunaan energi alternatif, serta perlindungan bagi kelompok masyarakat yang rentan terdampak,”ungkap Politisi PKS tersebut.
Ia berharap setiap kebijakan yang diambil tidak hanya mempertimbangkan aspek ekonomi makro, tetapi juga memperhatikan aspek keadilan sosial dan keberlanjutan kesejahteraan masyarakat di daerah. Saat ini harga elpiji non subsidi dijual beragam dari sejumlah toko. Elipiji ukuran 5.5 kg yang biasa dijual 175 ribu, saat ini dijual hingga 250 ribu. Sedangkan elpiji ukuran 12 kg yang biasa dijual 380 ribu, saat ini dijual dengan harga 480 ribu hingga 600 ribu. (LP3/Red)








