Pemilik Hak Ulayat Palang Kantor BPKAD Mansel Tuntut Ganti Rugi Lahan Hibah

Published on

MANSEL, LinkPapua.id – Sejumlah masyarakat pemilik hak ulayat memasang palang alias menyegel kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat. Aksi pemalangan ini merupakan bentuk protes warga menuntut pembayaran hak ulayat atas tanah hibah pemerintah daerah untuk Polres Mansel dan SD Inpres Sabri Ransiki.

Baca juga:  Polisi Identifikasi Pelaku Penembakan di Mansel, Upaya Pengejaran Dilakukan

“Berdasarkan permintaan masyarakat pemilik hak ulayat, palang tersebut bisa dibuka sesuai permintaan mereka apabila hak pemilik hak ulayat sudah ditransfer di rekening masing-masing,” kata salah seorang narasumber di lokasi, Kamis (30/4/2026).

Baca juga:  Satlantas Polres Manokwari Upayakan Buka Blokir Jalan di Sidey

Pemilik hak ulayat memulai aksi pemalangan tersebut sejak Kamis (30/4) pagi sekitar pukul 10.00 WIT. Warga menutup akses masuk kantor BPKAD menggunakan kayu dan berbagai material sebagai tanda protes.

Plt Sekda Mansel sempat mendatangi lokasi pemalangan bersama Kabag Ops Polres Mansel. Mereka berdialog langsung dengan masyarakat guna mencari solusi pembukaan segel kantor.

Baca juga:  Pj Gubernur Papua Barat Ikuti Pemakaman Kepala Distrik Kramomongga di Fakfak

Warga tetap bertahan pada pendirian mereka hingga tuntutan finansial tersebut terpenuhi. Mereka memastikan tidak akan membuka palang sebelum pemerintah mengirimkan dana ganti rugi ke rekening masing-masing. (*/red)

Latest articles

Polisi Pastikan Penanganan Kasus SMA TKN Sesuai Prosedur, Tunggu Proses Mediasi

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - Polda Papua Barat memastikan penanganan konflik antarsiswa di SMA Taruna Kasuari Nusantara (TKN) Manokwari tetap berjalan sesuai prosedur hukum berlaku. Pihak...

More like this

Anggota DPRK Mansel Desak Pemkab Segera Atasi Krisis Air Bersih di Tahota

MANSEL, LinkPapua.id - Anggota DPRK Manokwari Selatan (Mansel) Harti Trirbo mendesak pemerintah kabupaten (pemkab)...

Kejanggalan Kematian Alumni P2TIM: Jenazah Dikirim Kargo Tanpa Pendamping-Luka di Leher

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id - Keluarga Kristian Roberto Suu (20) mencium kejanggalan terkait kematian alumni...

Alumni P2TIM Petrotekno Meninggal Tak Wajar, Bupati Bintuni Siapkan Bantuan Hukum

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy menyiapkan bantuan hukum untuk mengawal...