Musrenbang Otsus dan RKPD Papua Barat 2027, Fokus Pemerataan Layanan Dasar-Penguatan Ekonomi Lokal

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Otonomi Khusus (Otsus) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Musrenbang ini untuk memperkuat pemerataan layanan dasar dan ekonomi lokal di Papua Barat.

Kegiatan berlangsung di Hotel Aston Niu, Manokwari, Kamis (7/5/2026). Musrenbang yang dijadwalkan selama dua hari ini diikuti unsur pemerintah pusat, instansi vertikal, hingga pemerintah kabupaten se-Papua Barat.

“Tema RKPD Papua Barat 2027 ditetapkan sebagai akselerasi dan pemerataan akses pelayanan dasar berkualitas serta pemberdayaan masyarakat adat dan hilirisasi ekonomi lokal dalam koridor otonomi khusus,” ujar Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan. kepada wartawan, Kamis (7/5/2026).

Baca juga:  Kasus Gagal Ginjal Anak, Dinkes Papua Barat Ingatkan Tiga Obat Ini Tak Layak Konsumsi

Dominggus menjelaskan tema itu merupakan komitmen pemerintah dalam menempatkan orang asli Papua (OAP) sebagai subjek utama pembangunan. Dia menegaskan semangat otonomi khusus harus terintegrasi dalam seluruh kebijakan untuk mewujudkan keadilan sosial.

Terdapat tujuh prioritas pembangunan tahun 2027 yang ditetapkan dalam forum tersebut. Poin-poin ini meliputi peningkatan kualitas layanan dasar, penurunan angka kemiskinan, perlindungan sosial, hingga pembangunan infrastruktur konektivitas untuk mengurangi ketimpangan wilayah.

Baca juga:  Hari ini Pj Gubernur Ali Baham Serahkan DIPA APBN 2024

Selain itu, sektor pemberdayaan ekonomi lokal berbasis unggulan daerah dan penguatan UMKM juga menjadi atensi. Pemerintah turut menargetkan pembangunan masyarakat adat yang tangguh terhadap perubahan lingkungan serta penguatan tata kelola pemerintahan.

Dominggus memaparkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua Barat 2025 berada pada angka 68,48 atau naik dari tahun sebelumnya sebesar 67,69. Angka kemiskinan juga tercatat menurun menjadi 19,58 persen pada September 2025 dari posisi 21,66 persen pada 2024.

Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Papua Barat 2025 yang mencapai 6,46 persen dinilai belum optimal menyerap tenaga kerja. Hal ini merujuk pada naiknya tingkat pengangguran terbuka menjadi 4,55 persen dibanding tahun 2024 yang sebesar 4,13 persen.

Baca juga:  Tim Forensik dan DVI Polda Papua Barat Gelar Otopsi Korban Yang Ditemukan di Mobil Innova

“Ini menunjukkan masih adanya kesenjangan antara pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan lapangan kerja yang inklusif, khususnya bagi generasi muda dan pencari kerja baru,” ucap Dominggus.

Plt Kepala Bappeda Papua Barat Charlie D Heatubun menyebut Musrenbang ini untuk menyelaraskan kebijakan nasional dan daerah. Langkah ini dilakukan guna memastikan program otsus berjalan efektif, efisien, dan transparan melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). (LP14/red)

Latest articles

Wabup Bintuni Buka Turnamen Bulu Tangkis Kapolres Cup, 126 Peserta Bersaing 

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id - Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara membuka secara resmi turnamen bulu tangkis Kapolres Cup 2026. Kompetisi ini digelar sebagai...

More like this

Kontingen Aceh Datang dengan Misi Pelayanan di Pesparawi Nasional Manokwari

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kontingen Provinsi Aceh datang ke Manokwari, Papua Barat, untuk mengikuti Pesta...

Wabup Joko Tutup Porseni HUT Ke-23 Teluk Bintuni, Serahkan Hadiah Juara-Minta Digelar Rutin

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Wakil Bupati (Wabup) Teluk Bintuni Joko Lingara menutup kegiatan Pekan...

Pengurus Baru PWI Teluk Bintuni Periode 2026-2029 Resmi Dilantik

TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Pengurus baru Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Teluk Bintuni, Papua Barat,...