PEGAF, LinkPapua.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua Barat dan Papua Barat Daya (PBD) memperkuat literasi dan inklusi keuangan bagi generasi muda di Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Papua Barat. Program edukasi ini menyasar para pelajar untuk membentuk karakter disiplin dalam mengelola keuangan serta melindungi masyarakat dari ancaman aktivitas keuangan ilegal.
“Pemahaman keuangan dan kebiasaan menabung sejak dini akan membantu pelajar menjadi generasi yang mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak serta lebih terlindungi dari berbagai bentuk penawaran produk keuangan yang tidak sesuai ketentuan,” ujar Asisten Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen, serta Layanan Manajemen Strategis OJK Papua Barat-PBD, Ferdian Ario, saat menutup kegiatan OJK Goes To School di SMP Negeri 1 Anggi, Rabu (13/5/2026).
Rangkaian kegiatan di Pegunungan Arfak ini melibatkan total peserta mencapai 216 orang yang terdiri dari pelajar, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga personel kepolisian. Sebagai bentuk komitmen meningkatkan inklusi, OJK merangkaikan edukasi di SMA Negeri 1 Anggi dan SMP Negeri 1 Anggi dengan pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) bagi para siswa.
Penguatan literasi keuangan tersebut difokuskan pada peningkatan kewaspadaan terhadap bahaya pinjaman online ilegal, investasi bodong, hingga judi online. Fondasi pengelolaan keuangan sejak dini melalui rekening SimPel dinilai sangat penting di tengah pesatnya perkembangan produk dan layanan jasa keuangan saat ini.
“Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan semakin memahami pentingnya budaya menabung dan mengelola keuangan sejak dini serta mampu mengambil keputusan keuangan yang bijak di masa depan,” kata perwakilan Kepala SMP Negeri 1 Anggi, Asriadi.
Sebelumnya, OJK telah menggelar edukasi keuangan bagi ASN di Pegunungan Arfak pada Senin (11/5) dan personel Polres Pegunungan Arfak pada Selasa (12/5). OJK berkomitmen memperluas jangkauan program hingga ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Langkah ekspansi literasi ini bertujuan mendukung terciptanya masyarakat yang lebih sejahtera dan terlindungi dalam memanfaatkan layanan jasa keuangan. Fokus edukasi di wilayah pedalaman menjadi prioritas guna memastikan inklusi keuangan merata di seluruh pelosok tanah Papua. (LP14/red)








