MANOKWARI, LinkPapua.id – Ekspor Papua Barat mencapai US$238,29 juta pada April 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat mencatat tidak ada dokumen Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang masuk pada periode yang sama.
“Ekspor April 2026 sebesar US$238,29 juta, turun 11,28 persen dibandingkan Maret 2026,” tulis BPS Papua Barat dalam keterangan resminya dikutip, Minggu (7/6/2026).

Nilai ekspor Papua Barat turun dari US$268,60 juta pada Maret 2026 menjadi US$238,29 juta pada April 2026. Penurunan itu setara 11,28 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Bahan bakar mineral atau HS27 menjadi golongan barang dengan nilai ekspor terbesar di Papua Barat pada April 2026. Nilainya mencapai US$236,87 juta atau 99,40 persen dari total ekspor Papua Barat.
Tiongkok menjadi negara, wilayah, atau entitas tertentu tujuan ekspor Papua Barat terbesar. Nilai ekspor ke Tiongkok mencapai US$120,83 juta dengan kontribusi sebesar 50,71 persen.
Selain itu, ekspor Papua Barat pada April 2026 dilakukan melalui 3 pelabuhan laut. BPS tidak merinci nama pelabuhan dalam data ringkas yang dirilis.
Pada April 2026, tidak ada dokumen PIB yang masuk. Kondisi itu membuat impor Papua Barat tercatat nihil pada periode tersebut.
Neraca perdagangan Papua Barat pada April 2026 mengalami surplus sebesar US$238,29 juta. Jika dilihat dari volume, neraca perdagangan Papua Barat juga surplus sebesar 549,05 ribu ton. (*/red)






