MANOKWARI, LinkPapua.id – Kontingen Provinsi Aceh datang ke Manokwari, Papua Barat, untuk mengikuti Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV dengan misi pelayanan dan pemuliaan nama Tuhan. Aceh memilih tidak memasang target juara.
“Target kami tidak muluk-muluk karena kami hanya ingin memuliakan nama Tuhan di tanah Papua,” ujar Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Provinsi (LPPP) Aceh Idaman Sembiring saat ditemui wartawan setibanya di Bandara Rendani, Manokwari, Selasa (16/6/2026).

Kontingen Aceh mengikuti Pesparawi Nasional XIV dengan kekuatan 24 peserta. Mereka hanya turun pada empat kategori lomba, yakni solo anak, solo remaja putra, solo remaja putri, dan vokal grup.
Idaman mengatakan kehadiran Aceh di Pesparawi Nasional tidak semata-mata untuk mengejar prestasi. Rombongannya ingin menjadikan ajang tersebut sebagai bentuk persekutuan dan pelayanan melalui puji-pujian gerejawi.
Selain itu, Idaman mengaku terkesan dengan penyambutan yang diberikan panitia dan masyarakat Papua Barat. Dia menilai prosesi adat sejak peserta turun dari pesawat mencerminkan keramahan tuan rumah.
Kontingen Aceh disambut melalui prosesi pengalungan noken dan pemasangan mahkota adat di Bandara Rendani. Penyambutan dilakukan Wakil Ketua I Panitia Pesparawi Nasional XIV Otto Parorongan dan Wakil Ketua II Richard Alfons.
Panitia juga menunjuk orang tua angkat kontingen Aceh selama berada di Manokwari. Dia Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Barat Reinhard Calvin Maniagasi sebagai
Pesparawi Nasional XIV akan dibuka pada 20 Juni 2026 di Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi, Manokwari. Ajang akbar ini mempertemukan kontingen dari berbagai provinsi di Indonesia. (LP14/red)








