MANOKWARI, LinkPapua.id – Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare meminta kelompok mahasiswa dan masyarakat yang berencana menggelar aksi demonstrasi menjelang Pesparawi Nasional XIV tidak mengganggu ketertiban umum. Polisi juga berharap pelaksanaan agenda nasional tetap berjalan lancar.
“Kami memang mendapat informasi terkait rencana aksi tersebut. Namun, kami akan mengupayakan pendekatan agar aksi dapat dikemas dengan baik dan tidak mengganggu ketertiban umum serta pelaksanaan Pesparawi karena akan banyak kepentingan yang terganggu apabila aksi dilakukan di jalan,” kata Alfred kepada wartawan di Vitta Hotel Manokwari, Kamis (18/6/2026).
Pernyataan itu disampaikan setelah beredar poster ajakan demonstrasi yang disebut akan digelar Solidaritas Mahasiswa, Pemuda, dan Rakyat Papua Barat (SMPRPB). Aksi tersebut direncanakan berlangsung Jumat (19/6) besok atau sehari sebelum pembukaan Pesparawi Nasional XIV.

Alfred mengatakan kepolisian tidak melarang masyarakat menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, dia meminta peserta aksi tetap menghormati pelaksanaan Pesparawi yang sedang dipusatkan di Manokwari.
“Kami tidak melarang karena itu diatur dalam undang-undang. Tetapi, kami berharap mereka yang melakukan aksi juga menghormati event nasional yang saat ini Manokwari menjadi tuan rumah,” ujarnya.
Menurut Alfred, isu yang akan dibawa dalam demonstrasi merupakan tuntutan yang selama ini kerap disuarakan. Tuntutan itu mencakup penolakan sejumlah program strategis nasional, isu militerisme, hingga persoalan di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.
“Memang isu-isu ini akan terus dibawa dan dijadikan tuntutan dalam demonstrasi,” ucapnya
Alfred menegaskan polisi tetap akan memberikan pengamanan apabila demonstrasi tetap dilaksanakan. Aparat akan menindak tegas setiap tindakan yang melanggar hukum.
“Aspirasi mereka tetap kita hormati dan akan kita fasilitasi sesuai aturan. Tetapi apabila ada tindakan yang melanggar hukum atau bersifat anarkis, tentu akan kami tindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” lanjutnya.
Di sisi lain, Alfred mengapresiasi kebijakan Pemkab Manokwari yang menutup sementara peredaran minuman beralkohol selama Pesparawi. Dia menilai langkah tersebut dapat membantu mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami berterima kasih karena Pemda Manokwari sudah melakukan penutupan peredaran minuman alkohol dan kami mengapresiasi pemerintah daerah yang telah turun langsung ke lapangan,” tuturnya.
Polisi juga akan melakukan pengawasan langsung terhadap pelaksanaan kebijakan tersebut. Pengawasan dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi peredaran minuman beralkohol selama masa penutupan.
“Kami akan mengecek langsung. Apabila ditemukan masih ada yang membuka peredaran minuman alkohol, maka akan ditindak tegas dan segera ditutup,” tegasnya.
Adapun pengamanan Pesparawi tidak hanya melibatkan kepolisian. TNI juga akan ikut membantu pengamanan setelah menyelesaikan tugas pengamanan kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
Setelah rangkaian kunjungan Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka selesai, personel TNI akan bergabung dengan unsur pengamanan lainnya. Mereka akan mengamankan seluruh agenda Pesparawi Nasional XIV hingga kegiatan berakhir.
Alfred berharap para tamu dari luar daerah memperoleh kesan positif selama berada di Papua Barat. Dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, ikut mendukung suksesnya penyelenggaraan Pesparawi.
“Pesparawi ini memberikan manfaat besar bagi daerah. Apalagi Manokwari menjadi tuan rumah dan dikenal sebagai Kota Injil. Kami berharap adik-adik mahasiswa dapat memahami hal tersebut,” serunya. (LP14/red)








