MANOKWARI, Linkpapua.id- Aksi massa yang memblokade sejumlah jalan protokol di Manokwari, Rabu (2/9/2026), mendapat respons dari Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat. Perwakilan kepolisian menemui massa dan menyampaikan perkembangan penanganan kasus kematian karyawan TVRI Papua Barat, Yanto Idorway.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua Barat, Kombes Pol. Hesman Sotarduga Napitupulu, mengatakan perkara tersebut telah ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan.
Menurutnya, penyidik juga telah melakukan gelar perkara dan memeriksa sebanyak 23 orang saksi untuk mengungkap kasus tersebut.
“Sudah peningkatan menjadi penyidikan. Sudah dilakukan gelar perkara dan sudah 23 saksi yang diperiksa,” kata Hesman di hadapan massa.
Ia mengatakan, kepolisian masih membuka ruang bagi masyarakat maupun pihak keluarga yang memiliki informasi tambahan untuk disampaikan kepada penyidik guna membantu proses pengungkapan perkara.
Hesman memastikan Polda Papua Barat berkomitmen menangani kasus tersebut secara transparan hingga tuntas.
“Kalau ada informasi tambahan, bisa disampaikan kepada kepolisian. Kami akan transparan dan berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan hasil autopsi terhadap korban telah diterima dan menjadi salah satu bagian yang ditindaklanjuti dalam proses investigasi.
“Dari hasil autopsi, kami sudah melakukan investigasi,” katanya.
Penanganan kasus kematian Yanto Idorway, lanjut Hesman, juga menjadi perhatian langsung Kapolda Papua Barat.
Sementara itu, pengacara keluarga Yanto Idorway Yan Warinussy yang juga hadir menegaskan bahwa perkara ini merupakan kasus pidana yang membutuhkan proses investigasi secara menyeluruh.
Menurutnya, penyidik perlu melakukan pendalaman terhadap seluruh informasi dan fakta yang berkaitan dengan kematian korban.
“Ini perkara pidana, perlu investigasi dan pendalaman,” kata Warinussy.
Aksi massa sebelumnya memblokade sejumlah ruas jalan protokol di Manokwari sebagai bentuk desakan agar kasus kematian Yanto Idorway segera diungkap secara transparan. Aparat kepolisian tampak melakukan penjagaan di sejumlah titik selama aksi berlangsung.(LP3/Red)













