APBD-P Papua Barat Terhambat di Kemendagri, Silpa Berpotensi Membengkak

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Barat, Nataniel D. Mandacan, mengaku khawatir dengan keterlambatan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2022. Keterlambatan bisa menyulitkan saat penyusunan pertanggungjawaban nanti.

“Hari ini sudah 31 Oktober, kita berharap pada awal November sudah dapat dijalankan. Kalau tidak maka jika dipaksakan pertanggungjawaban akhir tahun tepat waktu maka akan sulit,” kata Nataniel, di Manokwari, Senin (31/10/2022).

APBD-P Papua Barat belum dilaksanakan karena masih menunggu hasil evaluasi Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Proses di Kemendagri memakan waktu cukup lama. Hingga saat ini, realisasi belanja APBD-P tertunda.

Baca juga:  Temui Gubernur Papua Barat, Amin Ngabalin Bahas Pertanian hingga Jalan Rusak

Nataniel menyebutkan, keterlambatan yang terjadi akan berakibat pada pelaksanaan belanja. Selain itu, saat penyusunan pertanggungjawaban nanti akan menyulitkan, mengingat tahun 2022 hanya menyisakan waktu dua bulan.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Papua Barat, Enos Aronggear menyebut APBD-P Papua Barat telah disahkan dalam rapat paripurna 28 September lalu. Hanya, pelaksanaan realisasi belanja harus menunggu evaluasi Kemendagri.

Baca juga:  Pemprov akan Tindak Tegas Kapal Ikan yang Beroperasi Tanpa Izin di Perairan Wondama

“Sudah sekitar tiga minggu di kementerian, kalau kita hitung waktu yang tersisa maka tentunya menghambat pelaksanaan kegiatan di daerah,” ujar Enos.

Beberapa hal yang akan terjadi jika keterlambatan pelaksanaan APBD-P. Enos menyebutkan, salah satunya yakni jumlah sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) yang kemungkinan membengkak.

“Jika Silpa besar, maka menjadi kerugian daerah juga karena tidak mampu membelanjakan anggaran yang tersedia. Apalagi dengan limit waktu yang tersisa,” tuturnya.

Baca juga:  DJPb Salurkan DAU Rp411,3 Miliar ke 12 Pemda, Pemprov Papua Barat Masih Nihil

Meski begitu, Enos tetap optimistis APBD-P Papua Barat dapat dilaksanakan dengan baik. Mengingat anggaran perubahan didominasi oleh transfer ke kabupaten/kota.

“Yang paling besar adalah transfer ke kabupaten dan kota, seperti belanja yang bersumber dari dana bagi hasil migas sehingga saat kita terima akan langsung ditransfer ke setiap kabupaten,” bebernya.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Barat telah mengesahkan APBD-P 2022 meliputi total pendapatan Rp7,11 triliun, total belanja Rp8,23 triliun, dan penerimaan pembiayaan Rp1,11 triliun. (LP2/Red)

Latest articles

HUT Lalu Lintas ke-71, Kapolda Papare Tekankan Polisi Harus Jadi Teladan...

0
MANOKWARI, Linkpapua.id– Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas ke-71, jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Papua Barat melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari...

More like this

Pemprov Papua Barat Petakan Potensi Investasi, OAP Harus Jadi Pelaku Ekonomi

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mematangkan peta potensi investasi daerah melalui...

Masyarakat Adat Sebyar Sentil 17 Tahun Aktivitas BP Tangguh: Pergi Saja Kalau Tak Ada Kontribusi!

MANOKWARI, LinkPapua.id – Masyarakat adat Sebyar menuntut kejelasan manfaat ekonomi dari aktivitas migas BP...

Waktu Efektif Tinggal 2 Bulan, DPRP Papua Barat Kejar Finalisasi Regulasi dan APBD 2027

MANOKWARI, LinkPapua.id – DPRP Papua Barat berpacu dengan waktu untuk menuntaskan sejumlah agenda legislasi...