MANOKWARI, LinkPapua.id – Wakil Gubernur (Wagub) Papua Barat Mohamad Lakotani menyemprot sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang lambat menginput data rencana pengadaan. Keterlambatan pengisian data pada aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) ini mengakibatkan proses lelang proyek pembangunan belum bisa dimulai.
“Tadi staf Barjas (Biro Barang dan Jasa) menyampaikan kepada saya agar disampaikan dalam apel bahwa masih banyak OPD yang belum ada usulan proyek dalam sistem SiRUP Biro Barjas,” kata Lakotani saat memimpin apel gabungan di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (4/5/2026).
Kondisi ini menghambat pelaksanaan program pemerintah daerah di berbagai sektor pembangunan. Lakotani menilai kebiasaan menunda pekerjaan hingga mendekati batas waktu merupakan masalah klasik yang terus berulang di kalangan birokrasi.
“Hampir setiap tahun terjadi. Sibuk di waktu terakhir dan saling menyalahkan,” ketusnya.
Menurutnya, pola kerja tersebut menunjukkan rendahnya disiplin dalam pengelolaan waktu serta perencanaan anggaran. Lakotani pun menginstruksikan seluruh pimpinan OPD untuk segera merencanakan kegiatan lebih awal agar realisasi pembangunan di Papua Barat tidak terhambat.
Dia menuntut percepatan input data agar tahapan pengadaan barang dan jasa segera berjalan. Percepatan ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap pelaksanaan proyek fisik maupun non-fisik di daerah.
Lakotani mengingatkan koordinasi yang lemah antarstaf di internal OPD seringkali memicu kendala teknis pada sistem SiRUP. Dia meminta kepala dinas melakukan pengawasan ketat agar proses input data tidak lagi melampaui jadwal yang telah ditentukan. (LP14/red)








