MANOKWARI, Linkpapua.id– Bupati Manokwari Hermus Indou bersama Wakil Bupati Manokwari Mugiyono mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam peresmian unit sekolah baru SMA Muhammadiyah Conservation (Smamco) di Manokwari, Kamis (28/5/2026).
Peresmian tersebut menjadi momentum penting bagi pengembangan pendidikan berbasis pelestarian lingkungan di Papua Barat. Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Papua Barat Mulyadi Jaya beserta jajaran Muhammadiyah dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Mulyadi Jaya menyampaikan bahwa pendirian Smamco bukan sekadar menambah jumlah sekolah baru di Papua Barat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian hutan dan lingkungan sebagai sumber kehidupan masyarakat.
“Setahun lalu Smamco didirikan bukan hanya untuk menambah sekolah, tetapi ikut menjaga hutan dan lingkungan hidup sebagai sumber kehidupan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, SMA Muhammadiyah Conservation hadir dengan semangat inklusif dan terbuka bagi seluruh kalangan. Menurutnya, mayoritas siswa di sekolah tersebut berasal dari Orang Asli Papua dan sebagian besar nonmuslim.
“Di sini tidak ada sekat perbedaan. Semua belajar bersama dalam semangat persaudaraan dan pendidikan,” katanya.
Saat ini Smamco telah memiliki 13 bangunan dengan berbagai fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar. Ke depan, Muhammadiyah Papua Barat juga berencana membangun stasiun mini dan laboratorium guna mengakomodasi bakat serta pengembangan kemampuan siswa.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Abdul Mu’ti mengapresiasi Pemerintah Daerah yang telah memberikan dukungan dalam pembangunan SMA Muhammadiyah Conservation (Smamco). Ia menyampaikan bahwa Smamco telah hadir di berbagai wilayah di Indonesia dan memiliki kekhasan serta keunggulan yang sejalan dengan visi Presiden untuk menciptakan generasi yang memiliki kontribusi dan daya saing unggul.
Menurutnya, model pendidikan seperti ini sangat baik untuk dikembangkan di seluruh Indonesia, terutama dalam menghadapi persoalan lingkungan yang semakin serius akibat dampak perubahan iklim dan pergantian cuaca.
Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya memprioritaskan usulan pembangunan sekolah baru di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) agar pemerataan pendidikan dapat terwujud secara maksimal.(LP3/Red)








