28.3 C
Manokwari
Kamis, Januari 15, 2026
28.3 C
Manokwari
More

    Dari Sorong hingga Jayapura, Papua Diguncang 5.141 Gempa Sepanjang 2025

    Published on

    JAYAPURA, LinkPapua.id – Papua diguncang ribuan gempa bumi sepanjang 2025 dengan tingkat seismisitas yang sangat tinggi. Stasiun Geofisika Kelas I Jayapura mencatat total 5.141 gempa terjadi dari Sorong hingga Jayapura.

    “Berdasarkan kedalaman (D), kurang dari 60 kilometer sebanyak 4.856 kejadian, kedalaman antara 60 sampai 300 kilometer sebanyak 284 kejadian, kedalaman lebih dari 300 kilometer sebanyak 1 kejadian,” ujar Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Jayapura, Herlambang Hudha, dalam keterangannya, Jumat (2/1/2026).

    Dia menyebut gempa bumi tersebut melingkupi seluruh wilayah Papua. Aktivitas gempa tercatat terjadi dari Sorong di wilayah barat hingga Jayapura di bagian timur Papua.

    Baca juga:  BMKG: Gelombang Perairan Papua Selatan Capai 4 Meter hingga 15 Januari

    Gempa bumi sepanjang 2025 itu didominasi magnitudo kecil hingga menengah. Berdasarkan data BMKG, gempa dengan magnitudo (M) kurang dari 3 tercatat sebanyak 3.799 kejadian.

    Sementara itu, gempa bermagnitudo lebih dari 3 dan kurang dari 5 terjadi sebanyak 1.341 kali. Adapun gempa dengan magnitudo lebih dari 5 tercatat sebanyak 18 kejadian.

    Baca juga:  Papua Bagian Selatan Mulai Alami Musim Kemarau Mei, BMKG Imbau Waspada Kekeringan

    Selama 2025, BMKG juga mencatat gempa bumi yang dirasakan masyarakat sebanyak 125 kejadian. Dari jumlah itu, gempa bermagnitudo antara 3 hingga 5 mendominasi dengan 102 kejadian.

    “Pada 12 Agustus 2025 terjadi gempa bumi dengan magnitude M 6,4 kedalaman 27 km Tenggara Sarmi-Papua. Pada bulan bulan berikutnya, 16 Oktober 2025, di Sarmi terjadi gempa merusak dengan M 6,6. Kedua kejadian ini mengakibatkan kerusakan di beberapa tempat di Kabupaten Sarmi,” katanya.

    Herlambang menegaskan Papua dan sekitarnya, termasuk Jayapura, merupakan wilayah dengan tingkat seismisitas sangat tinggi. Kondisi ini membuat potensi gempa bumi masih sangat mungkin terjadi ke depan.

    Baca juga:  Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, 6 Titik di Tanah Papua

    Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya. Kewaspadaan dinilai penting untuk meminimalkan risiko akibat bencana ikutan gempa.

    “Masyarakat juga kami diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap gempa bumi dan kejadiaan ikutannya seperti tsunami, longsor, likuefaksi, gagal struktur di Papua,” pungkasnya. (*/red)

    Latest articles

    Polresta Manokwari Peringati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.id-Polresta Manokwari menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi yang berlangsung khidmat, bertempat di Aula Polresta Manokwari pada Kamis...

    More like this

    Kementan Siapkan Rp 1,49 T Pulihkan Pertanian Sumatra Pascabencana, Ajukan Tambahan Rp 5,1 T

    JAKARTA, LinkPapua.id - Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan total anggaran Rp 6,59 triliun untuk memulihkan...

    Wapres Gibran Pastikan Sekolah Rakyat di Biak Jangkau Anak Kurang Mampu

    BIAK, LinkPapua.id - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau langsung Sekolah Rakyat Menengah Atas...

    Singgung Esensi Wartawan, Ketua MPR Muzani: Katakan Benar Itu Benar!

    JAKARTA, LinkPapua.id - Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menegaskan integritas dan kejujuran adalah harga...