Dewan Adat Salawati Batanta Jadi Model Lembaga Adat Digital di Papua Barat Daya

Published on

RAJA AMPAT, LinkPapua.id – Dewan Adat Suku Salawati Batanta di Kabupaten Raja Ampat menjadi model kelembagaan adat digital di Papua Barat Daya. Pemerintah pusat menilai lembaga ini berhasil beradaptasi dengan transformasi teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya.

“Kami berterima kasih atas komitmen pemerintah pusat yang terus memberdayakan lembaga adat. Dukungan ini membuka ruang bagi kami untuk beradaptasi di era digital sambil tetap menjaga nilai-nilai budaya yang menjadi identitas Suku Salawati Batanta,” ujar Ketua Dewan Adat Suku Salawati Batanta, Esau Parajal, Rabu (29/10/2025).

Baca juga:  Puncak Perayaan Hari Kemerdekaan, Ikatan Perempuan Toraja Gelar Fashion Show Nusantara

Esau menilai perhatian pemerintah bukan sekadar bantuan, melainkan investasi strategis bagi penguatan posisi masyarakat adat. Ia menegaskan dukungan itu menjadi landasan untuk membangun lembaga adat yang mandiri dan modern.

Menurut Esau, lembaga adat kini tak hanya berperan dalam pelestarian budaya, tetapi juga dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kemandirian dan keterlibatan dalam pembangunan.

Baca juga:  Launching SMA N 4 Manokwari, Hermus : Ini Jawaban Aspirasi Masyarakat

“Adat harus menjadi motor sosial yang membawa kemajuan tanpa meninggalkan akar tradisi,” katanya.

Pemerintah pusat melalui program penguatan adat mendorong penerapan sistem digital dalam administrasi dan tata kelola adat di Papua Barat Daya. Langkah ini diharapkan membuat lembaga adat lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

Selain aspek teknis, program ini juga menumbuhkan semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adat. Pemerintah menegaskan kemitraan sejajar antara negara dan lembaga adat menjadi fondasi pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan di Tanah Papua.

Baca juga:  DPRD Manokwari Usulkan Pemekaran Distrik demi Tingkatkan Pelayanan Publik

Langkah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi lembaga adat lain di Papua Barat Daya untuk melakukan pembaruan kelembagaan. Pemerintah ingin setiap lembaga adat mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri budaya. (LP10/red)

Latest articles

Pidar Papua Barat Serukan Warga Jaga Kondusivitas di Momen Hari Bhayangkara

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Ketua Pilar Pemuda Rakyat (Pidar) Papua Barat Jackson Kapisa mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menyambut peringatan Hari Bhayangkara...

More like this

Mozes Timisela: WTP Bukti Kepemimpinan Berkualitas Kader Golkar

MANOKWARI, Linkpapua.id-Ketua Depidar SOKSI Provinsi Papua Barat, Mosez Rudy F. Timisela, menyampaikan apresiasi pada...

Polda Papua Barat Gelar Upacara Kenaikan Pangkat 575 Personel Polri dan PNS Polri

MANOKWARI, Linkpapua.id-Kepolisian Daerah Papua Barat menggelar Upacara Kenaikan Pangkat Perwira,Bintara ,dan Tamtama Polri periode...

Bupati Manibuy Hadiri Sosialisasi Penyelesaian Kerugian Negara Bendahara, Didampingi Sejumlah Pejabat

MANOKWARI, Linkpapua.id-Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy,S.E.,M.H, hadir dalam sosialisasi dan diskusi Penyelesaian Kerugian Negara...