Diam Lebih Baik, Lisan Kunci Keselamatan dalam Ajaran Islam

Published on

LinkPapua.com – Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, interaksi antarmanusia sangatlah penting. Salah satu alat yang digunakan untuk berinteraksi adalah mulut dan lidah, yang berfungsi sebagai alat berbicara.

Namun, ajaran agama Islam menekankan pentingnya berbicara dengan baik. Jika tidak bisa berbicara yang baik, maka lebih baik diam.

Menjaga perkataan merupakan ajaran yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. kepada umatnya. Hadis dan ayat dalam Al-Qur’an menjelaskan betapa pentingnya menjaga perkataan.

Banyak orang memilih untuk diam daripada berbicara. Namun, ada juga yang memilih untuk berbicara daripada diam.

Mulut adalah anugerah yang diberikan kepada manusia. Salah satu keistimewaan mulut adalah kemampuannya yang luas dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Mulut dapat menjadi penyebab keselamatan dunia dan akhirat manusia, atau justru membuatnya tergelincir ke dalam jurang neraka.

Baca juga:  Dr. Indrayani, S.Pi., M.Si., Doktor Ilmu Perikanan dan Kelautan dari Salassae

Pengaruh mulut begitu besar sehingga diam menjadi kunci keselamatan. Ajaran agama Islam memuji sikap diam dan menganjurkannya kepada umatnya.

Ustaz Adi Hidayat dikutip dari YouTube Lentera Ilmu mengatakan bahwa berbicara berkaitan dengan cara terbaik dalam berkomunikasi. Dalam berbicara, kita dapat mencapai tujuan yang tepat dan diinginkan dari sebuah percakapan.

Namun, dalam berbicara, ada aturannya. Janganlah berbicara kecuali dengan baik, jika itu menyakiti orang lain, tahanlah.

Baca juga:  Cerita Inspiratif Bimbel Little Bee: Sulap Garasi Mobil jadi Ruang Belajar

“Tahan sekiranya pembicaraan tersebut tidak bermanfaat. Kalau merasa beriman kepada Sang Pencipta, maka jagalah kebaikan dalam berlisan dan katakanlah yang baik. Jika tak mampu berkata baik, maka sebaiknya diam,” kata Ustaz Adi Hidayat.

Ustaz Adi Hidayat menyampaikan, manusia juga mesti menjaga pandangannya. Jika tidak mampu memandang dengan baik, maka palingkanlah pandangan tersebut. Dengarlah yang baik. Jika tidak mampu mendengar yang baik, palingkanlah pendengaran.

“Itulah muslim yang sejati. Yang selalu berusaha untuk menata aktivitas berbicara yang baik dengan bingkai rida Allah,” ungkapnya.

Baca juga:  Pemkab Manokwari Salurkan Rp4,5 Miliar Bantuan Pendidikan 2024

Ustaz Adi Hidayat juga menjelaskan bagaimana agar pandangan mendapatkan rida Allah. Bagaimana agar perkataan mendapatkan rida Allah. Oleh karena itu, jagalah lisan dan berbicaralah dengan perkataan yang baik.

Diam adalah sikap bijaksana dalam berbicara. Dengan diam, seseorang dapat menghindari perkataan yang merugikan dan menyakiti orang lain. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, perlu mengingat pentingnya menjaga lisan dan berbicara dengan baik sesuai ajaran agama Islam. (*/Red)

Catatan: Naskah ditulis Mei Lina Puspita Sari, mahasiswi Komunikasi Penyiaran Islam di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong, sebagai tugas ujian akhir semester.

Latest articles

Polda Papua Barat Intensif Berantas Kejahatan Jalanan, 41 Kasus Terungkap dalam...

0
MANOKWARI, Linkpapua.id– Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Papua Barat bersama Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres jajaran menangani sebanyak 41 kasus kejahatan jalanan yang...

More like this

Implementasikan Perda Pendidikan Gratis, Pemkab Manokwari Larang Sekolah Negeri Pungut Biaya

MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Kabupaten Manokwari menegaskan seluruh sekolah negeri di wilayahnya dilarang memungut biaya apa...

Penamatan Angkatan XIX, PAUD Kuncup Melati Aisyiyah Manokwari Lepas 34 Murid ke Jenjang Pendidikan Dasar

MANOKWARI, Linkpapua.id- PAUD Kuncup Melati Aisyiyah Manokwari menggelar acara penamatan murid Angkatan XIX pada Minggu...

Pembangunan SMA N 4 Manokwari Dimulai, Kemendikdasmen Alokasikan 8.1 miliar

MANOKWARI, Linkpapua.id– Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dan Bupati Manokwari Hermus...