Dominggus Sebut APBD Papua Barat 2026 Paling Lambat Sepanjang Karier

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menyinggung keterlambatan penetapan APBD tahun anggaran 2026 yang baru disahkan pada pengujung tahun 2025. Dia menyebut hal itu sebagai rekor keterlambatan terburuk sepanjang karier birokrasinya.

“Pengalaman saya dari ASN, camat, Bupati Manokwari, Pj Bupati Pegunungan Arfak, sampai Gubernur Papua Barat periode pertama dan sekarang periode kedua, APBD 2026 ini yang paling lambat karena baru ditetapkan pada malam 30 Desember 2025,” ujar Dominggus saat memimpin apel perdana lingkup Pemprov Papua Barat di Kantor Gubernur, Senin (5/1/2026).

Baca juga:  Kunker di Papua Barat, Wakil Jaksa Agung: Reformasi Birokrasi Bukan Pekerjaan Mudah

Dominggus menegaskan manajemen anggaran yang lamban ini merupakan pengalaman buruk yang mencoreng disiplin perencanaan pemerintah daerah. Dia tidak ingin melihat pola kerja serupa terulang kembali karena akan menghambat pelayanan publik bagi masyarakat.

“Ini menjadi pengalaman yang buruk dan tidak boleh terulang. Tahun 2026, paling lambat November, APBD 2027 sudah harus ditetapkan,” tegasnya.

Menurutnya, keterlambatan ini dipicu oleh penyerahan dokumen KUA-PPAS yang baru dilakukan pada pekan kedua Desember 2025, jauh melampaui jadwal ideal. Akibatnya, sinkronisasi anggaran strategis seperti Dana Otsus hingga Dana Bagi Hasil (DBH) Migas ikut terdampak secara sistemik.

Baca juga:  Pemprov PB Dapat Insinerator dari KLHK, Sanggup Bakar Limbah 150 Kilogram/Jam

“Semua terlambat. Bahkan baru tanggal 4 Januari jam 12 siang seluruh dokumen selesai. Puji Tuhan, tanggal 8 Januari nanti baru akan dibahas di Kementerian Dalam Negeri,” bebernya.

Dominggus bahkan membandingkan kinerja jajarannya dengan provinsi baru hasil pemekaran yang justru lebih cepat menyelesaikan administrasi anggaran. Dia menilai masalah utama bukan pada regulasi, melainkan pada ego sektoral di internal organisasi perangkat daerah (OPD).

Baca juga:  Kapolri Mutasi Sejumlah PJU Polda Papua Barat, Termasuk Kabid Humas

“Selama ini kita bekerja sendiri-sendiri. Ke depan saya minta semua OPD bekerja bersama, kerja cepat, dan kerja tepat,” ketusnya.

Untuk mengejar ketertinggalan, Dominggus menginstruksikan seluruh Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) sudah harus diserahkan kepada pimpinan OPD paling lambat pekan depan. Dia menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kedisiplinan perencanaan agar pembangunan di Papua Barat dapat berjalan efektif. (LP14/red)

Latest articles

63% Sampah di Teluk Bintuni Belum Terkelola, Yayasan Phapeda Ngadu ke...

0
JAKARTA, LinkPapua.id - Yayasan Pemerhati Perempuan dan Anak (Phapeda) Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, mengadu ke Komisi XII DPR RI terkait buruknya tata kelola...

More like this

KNPI Papua Barat Kritik Ubedillah soal Prabowo-Gibran Disebut Beban Bangsa

MANOKWARI, LinkPapua.id - DPD KNPI Papua Barat melayangkan kritik terhadap akademisi Ubedillah yang menyebut...

Akses Masih Terbatas, DPR RI Ungkap Tantangan Program Makan Bergizi di Merauke

MERAUKE, LinkPapua.id – Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz mengungkap...

Pemprov Papua Barat Usul Penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat ke Kementerian ESDM

JAKARTA, LinkPapua.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mengusulkan penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR)...