Dukung Penguatan Pemberdayaan Desa, DPMK Papua Barat Gelar Start Up Workshop

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Satuah Kerja (Satker) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Provinsi Papua Barat menggelar start up workshop yang diselenggarakan di Swiss Belhotel Manokwari, 14–15 September 2021.

Ketua panitia, Lince Idorway, dalam laporannya menyebut bahwa kegiatan ini diikuti 41 peserta. Terdiri atas peserta dari pusat, provinsi, dan kabupaten.

Melibatkan narasumber dari Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Keuangan, Bappenas, Inspektur Jenderal Kemendes, IFAD (Lembaga Donor), dan Universitas Papua (Unipa).

Baca juga:  PPA Papua Barat Gelar Ibadah Syukur 2026 dan Bubarkan Panitia HUT-Natal

Idorway mengatakan, sasaran kegiatan ini yakni stakeholder program Transformasi Ekonomi Terpadu (TEKAD) di Papua barat maupun lembaga formal dan nonformal.

“Tujuan kegiatan ini, yakni tersusunnya nota kesepahaman Gubernur Papua Barat dalam pelaksanaan program TEKAD di Papua barat serta membangun komitmen dari masing-masing stakeholder untuk peningkatan kapasitas, monitoring, dan evaluasi, dukungan program terpadu dan pembentukan tim koordinasi provinsi (provincial cordination platform),” terang Idorway yang juga Kepala Dinas DPMK Papua Barat.

Baca juga:  Inflasi Papua Barat Sentuh 0,30%, Transportasi Udara Penyumbang Terbesar

Pihaknya berharap, melalui kegiatan ini pemerintahan di Papua Barat mendukung dalam rangka penguatan pemerintahan kampung dalam pembangunan ekonomi kampung serta kegiatan TEKAD di kabupaten oleh DPIU (kabupaten) dan PPIU (provinsi) dapat terkoordinasi dan berjalan dengan baik.

Idorway menambahkan, program TEKAD yang dilaksanakan di Papua Barat ditujukan untuk mendukung penguatan pemberdayaan desa melalui pemanfaatan dana desa dan sumber daya desa lainnya untuk mendukung pembangunan ekonomi beradasarkan bukti nyata.

Baca juga:  Wabup Joko Lepas 34 Jamaah Umrah Pemkab Bintuni 2025: Ini Bukan Wisata

Selain itu, kata Idorway, program TEKAD akan menyasar tiga komponen, yaitu penguatan pemberdayaan ekonomi perdesaan, mendorong inovasi pembelajaran dan pengembangan kebijakan, serta penguatan implementasi strategi gender equality and social inclusion (GESI). Ini akan dilaksanakan di 7 kabupaten dan 52 distrik dan kurang lebih 276 kampung aktif.

“Tujuh kabupaten yang dimaksud, yakni Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Fakfak, Kaimana, Maybrat, dan Raja Ampat,” sebut Idorway. (*)

Latest articles

Kontraktor OAP Soroti Proyek Lambat, Biro Barjas Papua Barat Minta Bersabar

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Biro Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah (Setda) Papua Barat meminta kontraktor orang asli Papua (OAP) bersabar terkait lambannya realisasi...

More like this

Kontraktor OAP Soroti Proyek Lambat, Biro Barjas Papua Barat Minta Bersabar

MANOKWARI, LinkPapua.id – Biro Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) Sekretariat Daerah (Setda) Papua Barat...

Wagub Papua Barat Minta Warga Jaga Pesparawi dari Euforia Piala Dunia

MANOKWARI, LinkPapua.id – Wakil Gubernur (Wagub) Papua Barat Mohamad Lakotani meminta masyarakat menjaga pelaksanaan...

BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami Usai Gempa M 7,7 Filipina

MANOKWARI, LinkPapua.id – BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami yang sebelumnya dikeluarkan usai gempa magnitudo...