Gandeng Pemprov PB, Bapanas Kembali Gelar Gerakan Pangan Murah di Manokwari

Published on

MANOKWARI, linkpapua.com- Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Pemprov Papua Barat melanjutkan program Gerakan Pangan Murah di Masjid Ridwanul Bahri, Sowi 4, Distrik Manokwari Selatan, Manokwari, Kamis 28 Maret 2024. Gerakan Pangan Murah turut melibatkan Bank Indonesia.

Acara dibuka Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat Lasarus Ullo. Turut hadir Kepala Perum Bulog Manokwari Armin Banjar dan Perwakilan BI Rheza, Kasi Harga Pangan Dinas Ketahanan Pangan Papua Barat, Ellyanti Mayangsari selaku pelaksana kegiatan mengatakan, Gerakan Pangan Murah dilakukan berkelanjutan dalam rangka menjaga stabilisasi pangan.

Baca juga:  Jelang HUT ke-170 PI, Buku 'Sa Tanya Kam Jawab' Diluncurkan di Manokwari

“Karena pasokan dan harga pangan itu berkaitan dengan pengendalian inflasi. Dengan gerakan ini kita harapkan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Elliyanti.

Menurutnya, Gerakan Pangan Murah sudah berjalan 2 tahun sejak tahun 2023. “Kami terakhir itu di Desember itu kita bekerja sama dengan Bank Indonesia. Nah, di 2024 ini juga sampai Desember nanti kita juga akan melaksanakan gerakan pangan murah. Antusias warga sangat tinggi karena barang yang kita tawarkan memang di bawah harga pasar,” kata Eliyanti.

Ia mengatakan, Gerakan Pangan Murah mendapat subsidi dari BI Papua Barat. Sehingga beberapa komoditas utama bisa dijual di bawah harga. Seperti bawang merah, cabai rawit, telur dan minyak goreng.

Baca juga:  Ombudsman Temukan Sekolah di Manokwari Lakukan Pungutan Tak Lazim

Elliyanti menambahkan Gerakan Pangan Murah sudah dilaksanakan mulai tanggal 6-28 Maret. Rencananya pada 1 April akan ada Gerakan Pasar Murah serempak seluruh Indonesia secara nasional.

“Tanggal 6 kan kita lokasinya di kantor, sekalian pembukaan kemudian tanggal 19 kita adakan lagi di Rumah Sakit Umum Papua Barat. Sekarang kita di di Masjid Ridwanul Bahri bekerja sama dengan BI. Besok dan seterusnya kita akan terus ada jalan di lokasi berbeda sampai Desember,” tutur Elliyanti.

Baca juga:  Pembayaran TPG Tertunda Sejak 2023, Bupati Kasihiw: Dinas Pendidikan Lalai

Ia juga mengingatkan masyarakat agar bapok yang telah dibeli dengan harga murah, tidak dijual kembali.

“Jadi jumlah belanja masyarakat tidak dibatasi ya, tapi untuk beras itu kita batasi 5 karung. Dan itupun perlu kami tanyakan identitasnya jika ada yang berbelanja beras dengan jumlah sekian maka wajib menunjukkan identitasnya. Dengan catatan beras tersebut tidak boleh dijual kembali. Jadi sifatnya untuk belanja kebutuhan sendiri,” imbuhnya. (LP13/Red)

Latest articles

Bupati Mansel Semprot ASN Malas-Jarang Ikut Apel Gabungan

0
MANSEL, LinkPapua.id – Bupati Bernard Mandacan menyemprot Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat. Teguran keras ini...

More like this

Anggota DPR RI Obet Rumbruren Ingatkan Pengelola MBG di Manokwari: Jangan Cuma Cari Untung!

MANOKWARI, LinkPapua.id – Anggota Komisi IX DPR RI Obet A Rumbruren memberikan peringatan kepada...

Muskab KONI Pegaf Diminta Bebas dari Intervensi

MANOKWARI, Linkpapua.id – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Kabupaten (Muskab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pegunungan...

Suriyati: DPRK Akan Uji Kesesuaian Program dalam LKPJ Bupati 2025

MANOKWARI, Linkpapua.id – Wakil Ketua DPRK Manokwari Suriyati mengatakan pihaknya dalam beberapa waktu kedepan...