MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menekankan pengelolaan sumber daya manusia aparatur sipil negara (ASN) menggunakan sistem merit, kompetensi, dan integritas. Langkah ini bertujuan menciptakan tata kelola pemerintahan yang profesional serta akuntabel di wilayah Papua Barat.
“Pengelolaan SDM aparatur harus berbasis sistem merit, kompetensi, dan integritas. Ini penting agar penempatan dan pengembangan ASN dilakukan secara objektif, bukan karena faktor non-objektif,” ujar Dominggus saat pengukuhan Kepala Kantor Regional BKN XIV Manokwari di Gedung PKK, Manokwari, Selasa (21/4/2026).

Dominggus menilai pendekatan berbasis merit untuk menjamin objektivitas dalam karier pegawai. Penempatan tiap ASN harus mengacu pada kualifikasi, kompetensi, serta kinerja nyata yang mereka miliki.
Eks Bupati Manokwari ini juga menempatkan integritas sebagai fondasi dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Dia menuntut tiap ASN menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme saat menjalankan tugas kedinasan.
Dominggus kemudian menyoroti peran strategis para abdi negara sebagai garda terdepan pelayanan publik. Dia mendorong ASN untuk siap menghadapi tantangan di tengah era transformasi digital yang berkembang pesat.
“ASN harus mampu menjadi motor penggerak perubahan yang berorientasi pada inovasi dan teknologi,” katanya.
Dia berpendapat transformasi digital menuntut para pegawai agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi terkini. ASN harus mampu menghadirkan layanan publik yang cepat, efektif, sekaligus transparan bagi seluruh warga.
Pemprov Papua Barat saat ini terus memperkuat penerapan sistem merit dalam manajemen kepegawaian secara menyeluruh. Dominggus memastikan jajarannya terus meningkatkan kompetensi aparatur secara berkelanjutan demi menjawab tantangan pelayanan publik di masa depan. (LP14/red)
















