Ketua DPR Papua Barat Desak Pj Gubernur Evaluasi Serapan Anggaran yang Rendah

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.com – Ketua DPR Papua Barat, Orgenes Wonggor, mendesak Pj Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw, segera mengevaluasi serapan anggaran yang belum optimal. Hingga semester I 2023, serapan anggaran baru mencapai 25 persen.

“Sebenarnya kita berharap masuk pada triwulan II sudah 50-60 persen sudah terserap dan sekarang baru 25 persen terserap, kan, kita sayangkan,” ujar Wonggor, Minggu (30/7/2023).

Ia menyadari serapan anggaran yang rendah dapat berdampak besar pada perekonomian Papua Barat. “Kami akan terus mendorong agar serapan anggaran meningkat,” katanya.

Politikus dari Partai Golkar ini menilai bahwa pelaksanaan program tidak sesuai dengan waktu yang berjalan. Hal ini berdampak negatif pada perputaran perekonomian masyarakat dan lambatnya proses pemerintahan.

Baca juga:  Pemprov Papua Barat Jajaki Kerja Sama Garuda-Citilink Dukung Pesparawi Nasional 2026

“Ketika penyerapan anggaran lambat, maka perputaran ekonomi di Papua Barat akan kurang maksimal,” paparnya.

Menurut Wonggor, masalah utama terkait serapan anggaran berada di OPD. Oleh karena itu, OPD harus segera melaksanakan tahapan, termasuk lelang yang harus dilakukan dengan cepat.

“Apabila menggunakan penunjukan langsung, harus segera dieksekusi, dan jika memerlukan koordinasi dengan kepala daerah, OPD harus segera berkomunikasi dengan gubernur agar proses berjalan lancar,” tuturnya.

Baca juga:  Bahas Casis Tamtama TNI AD Otsus, DPR PB Atur Ulang Jadwal Audiensi dengan Pangdam

Jika mau bicara APBD-P, tetapi serapan anggaran masih rendah di angka 25 persen, hal ini dikhawatirkan menjadi masalah.

Sebelumnya, Asisten II Setda Papua Barat, Melkias Werinussa, pada apel gabungan Jumat (28/7/2023), menyampaikan serapan anggaran Papua Barat hingga saat ini masih sekitar 25 persen pada semester I.

“Informasi yang saya terima dari laporan BPKAD, penyerapan anggaran pada semester I baru mencapai 25 persen, ini sangat kecil. Penting untuk diingat bahwa di Papua Barat hanya ada dua investor besar, yakni LNG dan Conch,” ungkapnya.

Baca juga:  Kasdam XVIII/Kasuari Ikuti Rakor Menko Perekonomian, PPKM di Papua Barat Diperketat

Menurutnya, belanja pemerintah harus dipercepat agar dapat berdampak pada perputaran uang dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di Papua Barat.

Ia juga menginginkan proses lelang kegiatan OPD dipercepat sehingga tidak ada kegiatan perubahan anggaran yang berjalan lambat seperti tahun sebelumnya.

“Khusus anggaran perubahan, Bappeda sudah menyampaikan kepada seluruh pimpinan OPD. Mereka menyampaikan kepada saya, jika tidak ada anggaran yang diajukan, maka anggaran perubahan dapat dianggap tidak dilaksanakan. Sesuai jadwal yang telah ditentukan, mari berjalan tanpa menunggu hal yang tidak penting,” tegasnya. (LP9/Red)

Latest articles

Rp400 Juta Dikembalikan, Perkara Piutang ASN Pemkab Bintuni-Ketua KPU Berakhir Damai

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Perkara utang piutang antara seorang ASN Pemkab Teluk Bintuni, Papua Barat, berinisial YI dan Ketua KPU Teluk Bintuni berinisial MMMA...

More like this

Jelang Pesparani IV Papua Barat, LP3KD Cek Kesiapan Panitia hingga Kedatangan Tamu

MANOKWARI, LinkPapua.id – Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Papua Barat mematangkan...

Percepat Pembangunan, Pemkab Teluk Bintuni Fokus Buka Akses Jalan Wilayah Moskona

MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, dibawah kepimpinan Bupati Yohanis Manibuy menegaskan komitmennya untuk mempercepat...

Pemaparan Ketua LPPD Sulteng hingga Terpilih Jadi Tuan Rumah Pesparawi Nasional XV 2029

MANOKWARI, LinkPapua.id – Sulawesi Tengah (Sulteng) resmi terpilih menjadi tuan rumah Pesta Paduan Suara...