OJK PB-PBD Terima 55 Layanan Pengaduan, Perusahaan Leasing Terbanyak

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat 55 layanan pengaduan dan informasi sektor jasa keuangan di Papua Barat dan Papua Barat Daya (PB-PBD) hingga 28 Februari 2026. Dari jumlah tersebut, perusahaan pembiayaan atau leasing menjadi sektor yang paling banyak diadukan masyarakat.

“Dari total 55 layanan yang diterima, sebanyak 12 merupakan pengaduan masyarakat, 41 permintaan informasi, dan 2 penerimaan informasi dari masyarakat,” ujar Kepala OJK Papua Barat dan Papua Barat Daya Budi Rahman saat jumpa pers, Minggu (8/3/2026).

Budi menjelaskan sebagian besar laporan masyarakat disampaikan secara langsung ke kantor OJK. Sebanyak 41 layanan atau 75 persen diterima melalui kunjungan langsung (walk-in).

Baca juga:  Punya Istri nakes, Prajurit Kodam XVIII/Kasuari Wajib Pasang Bendera Hijau di Rumah

Sementara 14 layanan lainnya atau sekitar 25 persen disampaikan melalui surat. Hal ini menunjukkan masyarakat masih lebih banyak memilih datang langsung untuk menyampaikan pengaduan atau meminta informasi.

Berdasarkan sektor lembaga jasa keuangan, perusahaan pembiayaan menjadi yang paling banyak diadukan. Tercatat ada 20 laporan atau sekitar 36 persen dari total layanan yang masuk.

Di posisi berikutnya terdapat sektor perbankan dengan 17 laporan atau 31 persen. Sementara sektor financial technology (fintech) tercatat sebanyak 12 laporan atau 22 persen.

Baca juga:  Lintas Elemen di Papua Barat Teken Deklarasi Kampanye Humanis   

Selain itu terdapat empat laporan terkait sektor asuransi. Dua laporan lainnya tidak berkaitan langsung dengan lembaga jasa keuangan.

Adapun berdasarkan jenis permasalahan, laporan terkait Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) menjadi yang paling dominan. Tercatat ada 29 laporan atau sekitar 53 persen dari total layanan yang diterima OJK.

Selain itu terdapat 14 laporan terkait permintaan informasi atau dokumen dengan persentase sekitar 25 persen. Beberapa laporan lainnya berkaitan dengan manfaat investasi, penarikan kendaraan, perilaku pegawai, lelang agunan hingga produk yang tidak sesuai penawaran.

Baca juga:  Ali Baham Intervensi Stunting di Kampung Sumber Boga, Temui Keluarga Bayi Kembar Tiga

Menurut Budi, data tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap informasi dan penyelesaian masalah di sektor jasa keuangan. Kondisi ini juga menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan pengaduan yang disediakan OJK.

Dia menambahkan OJK terus mendorong perlindungan konsumen melalui layanan tersebut. OJK juga berupaya meningkatkan literasi masyarakat agar lebih memahami produk dan layanan keuangan secara aman dan bertanggung jawab. (LP14/red)

Latest articles

DPRK Teluk Wondama Setujui Pertanggungjawaban APBD 2025, Minta Pemkab Benahi PAD

0
TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – DPRK Teluk Wondama, Papua Barat, menyetujui Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun anggaran 2025 menjadi peraturan daerah. Meski...

More like this

Tak Terhalang Domisili, Peserta JKN Asal Biak Rasakan Pelayanan Optimal di Manokwari

MANOKWARI, LinkPapua.id – Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) asal Kabupaten Biak, Papua, tetap memperoleh...

Dominggus Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gereja GKI Betel Bremi, Sumbang 500 Sak Semen

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung...

Raker Apindo Papua Barat Bahas Penguatan Investasi-Penciptaan Lapangan Kerja

MANOKWARI, LinkPapua.id– DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Papua Barat menggelar Rapat Kerja (Raker) I...