26.1 C
Manokwari
Selasa, Maret 17, 2026
26.1 C
Manokwari
More

    OPM Klaim Tembak 2 Nakes di Tambrauw, Sebut Korban Mata-Mata Aparat

    Published on

    TAMBRAUW, LinkPapua.id – Kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyatakan bertanggung jawab atas aksi penembakan yang menewaskan dua tenaga kesehatan (nakes) di Distrik Bamus Bama, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya. Mereka menuding para korban yang sebelumnya dilaporkan diserang orang tak dikenal (OTK) tersebut sebagai agen intelijen militer yang menyamar.

    “Penyerangan tersebut kami lakukan sesuai dengan pernyataan Panglima TNI, Agus Subianto yang mengatakan bahwa seluruh tenaga kesehatan dan guru-guru yang bertugas di Papua adalah anggota TNI,” kata Juru Bicara TPNPB OPM Sebby Sambom dalam siaran pers, Selasa (17/3/2026).

    Baca juga:  KPU Manokwari Ingatkan Parpol Perhatikan Data Sipol

    Sebby menegaskan pihak TPNPB Kodap XXXIII Ru Mana Tambrauw telah mengambil sikap tegas terhadap kehadiran nakes di wilayah konflik tersebut. Mereka mengeklaim memiliki bukti bahwa korban merupakan mata-mata aparat keamanan.

    “Untuk itu, kami mengambil sikap tegas dan mengeksekusi mati dua orang agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan yang telah memasuki wilayah perang,” ujarnya lagi.

    Pihak OPM juga mengidentifikasi pelaku penembakan dilakukan oleh kelompok di bawah pimpinan Gideon Yesnath dan Thobias Yekwam. Mereka menyatakan siap menghadapi konsekuensi hukum internasional atas tindakan pengeksekusian tersebut.

    Baca juga:  Perempuan Manokwari yang Aniaya 2 Anak Tirinya Resmi Ditahan

    “Sebagai Panglima TPNPB Kodap XXXIII Ru Mana Tambrauw, Brigjend Finsen Frabaku dan Wakilnya, Letkol Leonardo Syufi siap bertanggung jawab penuh atas penembakan ini,” ucap Sebby.

    Lebih lanjut, OPM mengeluarkan ancaman bagi seluruh warga sipil non-Papua yang masih bertahan di wilayah zona merah. Mereka diperingatkan untuk segera angkat kaki guna menghindari jatuhnya korban jiwa lebih lanjut.

    “Untuk semua tenaga medis, guru, tukang ojek, mobil jualan dan semua warga imigran Indonesia segera keluar dari wilayah-wilayah zona merah dan konflik bersenjata. Jika tidak maka kami ditembak mati jika memasuki wilayah konflik bersenjata,” tegasnya.

    Baca juga:  Juru Bicara TPNPB-OPM: OAP Berhenti Jadi Mata-Mata TNI/Polri

    Sebelumnya, empat nakes dilaporkan diserang saat melintasi Kampung Jokbu menggunakan sepeda motor pada Senin (15/3). Dua nakes tewas di tempat, sementara dua rekan lainnya berhasil meloloskan diri dan berlindung di Pos TNI Bamusbama.

    Aparat Polres Tambrauw hingga saat ini masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian perkara. Polisi terus mengumpulkan informasi guna memastikan situasi keamanan di wilayah Distrik Bamus Bama kembali kondusif. (*/red)

    Latest articles

    KPK Wanti-Wanti Kepala Daerah: Jangan Pikir Penyidik Mudik Lalu Bebas Korupsi!

    0
    JAKARTA, LinkPapua.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperingatkan seluruh kepala daerah agar tidak memanfaatkan momentum Lebaran Idulfitri 2026 untuk melakukan korupsi. Lembaga antirasuah menegaskan...

    More like this

    Gunakan Dana Otsus, Bupati Teluk Bintuni Lepas 156 Warga OAP Mudik Gratis

    TELUK BINTUNI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy melepas 156 warga orang asli...

    Nakes di Tambrauw Diserang OTK, 2 Orang Tewas-2 Selamat di Pos TNI

    TAMBRAUW, LinkPapua.id - Empat tenaga kesehatan (nakes) diserang orang tidak dikenal (OTK) di Kabupaten...

    Alami Infeksi Paru, Pria Lansia di Manokwari Ini Bersyukur Berobat Pakai JKN

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Seorang lansia di Manokwari, Papua Barat, mengaku terbantu dengan layanan BPJS...