MANOKWARI, LinkPapua.id – Panitia Kerja (Panja) DPRP Papua Barat menilai perbaikan ruas Jalan Kampung Wasai–SP 1 lebih layak diprioritaskan dibanding pembangunan Jalan Drs Dominggus Mandacan di Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Penilaian itu disampaikan usai Panja meninjau langsung progres pembangunan jalan yang menjadi tindak lanjut atas temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
“Jalan ini belum banyak yang tahu dan sebenarnya belum menjadi skala prioritas. Lebih baik melakukan perbaikan Jalan Kampung Wasai–SP 1 yang saat ini banyak mengalami kerusakan akibat longsor dan berlubang. Ini lebih prioritas karena banyak dilalui pengendara,” kata Wakil Ketua Panja DPRP Papua Barat Imam Muslim saat peninjauan proyek di Manokwari, Jumat (17/7/2026).
Ruas Jalan Drs Dominggus Mandacan dirancang menghubungkan Kantor Gubernur Papua Barat melalui Sowi Gunung menuju SP 1 dengan total panjang sekitar 23 kilometer. Berdasarkan hasil peninjauan, sekitar 8,1 kilometer ruas jalan telah terbuka dan pada tahun anggaran 2025 pembangunan dilanjutkan sepanjang 1,325 kilometer.

Sementara itu, sekitar 7,480 kilometer ruas jalan masih memerlukan penanganan. Sekitar 7 kilometer lainnya juga masih berupa kawasan hutan yang harus melintasi aliran sungai.
“Kegiatan turun lapangan ini kami meninjau langsung proyek pembangunan ruas Jalan Drs. Dominggus Mandacan. Jalan ini akan menjadi jalan dari Kantor Gubernur Papua Barat melalui Sowi Gunung menuju SP 1,” ujar Imam.
Dia mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan progres pekerjaan sesuai dengan data yang diterima DPRP Papua Barat. Peninjauan juga menjadi bagian dari fungsi pengawasan terhadap penggunaan anggaran daerah.
“Peninjauan sekaligus pengawasan ke lapangan ini merupakan bentuk verifikasi faktual terkait progres pekerjaan di lapangan, apakah sudah sesuai dengan data yang diterima DPRP Papua Barat,” tuturnya.
Selain itu, Imam menjelaskan akses dari Kota Manokwari menuju Prafi saat ini dilayani melalui ruas Kampung Wasai–SP 1 dan ruas Maruni–Warmare–Prafi. Jalan Drs. Dominggus Mandacan yang menghubungkan Sowi Gunung menuju SP 1 diproyeksikan menjadi jalur alternatif ketiga yang masih dalam tahap pembangunan.
Hasil peninjauan lapangan tersebut akan menjadi bahan evaluasi Panja DPRP Papua Barat dalam menindaklanjuti temuan BPK RI. Evaluasi itu juga menjadi dasar penyusunan rekomendasi terkait penentuan prioritas pembangunan infrastruktur di Papua Barat. (LP14/red)









