Papua Barat Dikucur Rp17,25 T, Ali Baham: Hati-hati, Harus Akuntabel

Published on

MANOKWARI,Linkpapua.com – Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat Ali Bahan Temongmere mengatakan, pemerintah pusat mengucurkan anggaran Rp17,25 triliun untuk Papua Barat di 2024. Anggaran ini seharus bisa digunakan untuk menghadirkan kemakmuran bagi rakyat.

“Kontribusi anggaran ke dalam pertumbuhan ekonomi Papua Barat sangat besar. Karena itu, ini harus dikelola secara hati-hati, transparan, akuntabel, efektif, dan efisien. Agar dapat menghasilkan output yang mempunyai nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Ali Baham saat pengukuhan Lepot Setyanto sebagai Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Papua Barat di Auditorium PKK Provinsi Papua Barat, Rabu (24/1/2024).

Baca juga:  Lebaran Iduladha 2026, Sekda Papua Barat Ajak Umat Islam Perkuat Kepedulian Sosial

Ali Baham merinci, anggaran Rp17,25 triliun yang dikucurkan pemerintah pusat ke Papua Barat terdiri atas Rp11,35 triliun merupakan dana transfer ke daerah (TKD) dan Rp5,9 triliun berupa belanja kementerian dan lembaga. Ini kata dia, menandakan pentingnya instrumen APBN dalam mengintervensi kegiatan ekonomi masyarakat.

“Sehingga kita berharap dari sini dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang postif dan mendorong kesejahteraan rakyat,” terang Ali Baham.

Karena itu, Ali Baham menyampaikan harapannya atas peran dan kontribusi perwakilan BPKP ke depan. Ia ingin BPKP tetap bisa mengawal program utama Pemprov di tahun 2024 ini.

Adapun program itu antara lain, penanganan kemiskinan ekstrem, peningkatan kualitas hidup dan kapasitas sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh investasi pada sektor-sektor strategis daerah, penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan dan pemantapan pembangunan rendah karbon dan transisi energi, percepatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas, serta kelola pemerintahan yang baik untuk mendukung jangkauan dan kualitas dan pelayanan publik.

Baca juga:  Resmi Jadi Gubernur Papua Barat, Dominggus: Kita Menuju Masa Depan Lebih Baik

“Termasuk tata kelola badan layanan umum Daerah (BLUD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Papua Barat,” katanya.

Ali Baham mengatakan, ada beberapa hal yang masih menjadi masalah utama di Papua Barat. Yakni angka stunting yang masih tinggi, rendahnya nilai IPM, presentase kemiskinan yang tinggi, kualitas konektivitas wilayah belum memadai, serta pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah rata-rata nasional.

Baca juga:  Tiba di Fakfak, Presiden Jokowi Disambut Pj Gubernur PB dan Tokoh Adat

Oleh karena itu ia menuturkan dibutuhkan upaya seluruh pemangku kepentingan dan seluruh masyarakat untuk mengatasi masalah tersebut.

Turut Hadir dalam pengukuhan tersebut Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat Muhammad Musa’ad dan Deputi Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Politik, Hukum, Keamanan, Pembangunan Manusia, dan Kebudayaan BPKP Iwan Taufik, Pangdam XVIII Kasuari, Pj Sekda Papia Barat, Yacob Fonataba, Forkopimda Papua Barat, para Kepala Daerah se-Papua Barat dan undangan lainnya. (LP12/red)

Latest articles

Suami di Manokwari Laporkan Istri dan Oknum Komisioner KPU ke Polisi...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Seorang suami berinisial R melaporkan istrinya, TJ, dan AM yang disebut sebagai Komisioner KPU Papua Barat periode 2025-2030 ke Polresta Manokwari....

More like this

Suami di Manokwari Laporkan Istri dan Oknum Komisioner KPU ke Polisi Dugaan Perzinaan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Seorang suami berinisial R melaporkan istrinya, TJ, dan AM yang disebut...

HUT ke-38 SMA 2 Manokwari, Hermus Dorong Alumni Perkuat Kontribusi untuk Daerah

MANOKWARI, Linkpapua.id- Bupati Manokwari Hermus Indou mendorong keluarga besar dan alumni SMA Negeri 2 Manokwari...

Ekonomi Papua Barat Tumbuh 3,41 Persen, PDRB Tembus Rp21.113,16 Miliar

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ekonomi Papua Barat tumbuh 3,41 persen secara tahunan (year on year/y-on-y)...