Papua Barat Gagas Pembentukan Dewan Pengupahan di Tingkat Kabupaten

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ketua Dewan Pengupahan Provinsi Papua Barat, Melkias Werinussa, mendorong pemerintah kabupaten untuk membentuk Dewan Pengupahan tingkat kabupaten. Pembentukan dewan ini dinilai sangat penting untuk mempermudah dan mengefektifkan proses penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP).

Werinussa mengatakan selama ini Dewan Pengupahan provinsi kerap mengalami kendala karena harus melakukan survei langsung ke seluruh kabupaten di Papua Barat. Padahal, setiap kabupaten memiliki karakteristik wilayah dan kondisi perekonomian yang berbeda.

“Dalam penetapan UMP kami cukup kewalahan karena tim harus turun melakukan survei ke kabupaten-kabupaten. Jika di kabupaten sudah ada Dewan Pengupahan sendiri, tentunya akan lebih memudahkan kami,” ujar Werinussa kepada wartawan di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (15/12/2025).

Baca juga:  UMP Papua Barat 2026 Mulai Dibahas Hari Ini, Berpotensi Tetap Rp3.615.000

Menurutnya, tujuh kabupaten di Papua Barat memiliki perbedaan kemampuan ekonomi, situasi pasar, serta pola hidup masyarakat. Faktor-faktor tersebut menjadi unsur penting yang harus dipertimbangkan dalam penetapan UMP agar sesuai dengan kondisi riil di masing-masing daerah.

Baca juga:  Upayakan Anggaran Pembayaran Paket Masyarakat, BPKAD Teluk Bintuni Minta Bersabar

Wrinussa menambahkan pertumbuhan dan kemampuan perusahaan di setiap kabupaten juga tidak sama. Meski survei tetap dapat dilakukan oleh tim provinsi, keberadaan Dewan Pengupahan tingkat kabupaten dinilai akan membuat proses pengumpulan data menjadi lebih efektif dan terstruktur.

“Jika terbentuk Dewan Pengupahan di kabupaten, tentu akan lebih menghemat waktu dan pelaksanaan tugas dapat berjalan lebih terstruktur,” katanya.

Dia menjelaskan penetapan UMP biasanya dilakukan menjelang akhir tahun, bertepatan dengan banyaknya target dan agenda kerja lainnya. Karena itu, dukungan dari Dewan Pengupahan tingkat kabupaten akan sangat membantu mempercepat proses penetapan UMP.

Baca juga:  Alasan di Balik Kemungkinan UMP Papua Barat 2026 Tetap Rp3.615.000

Werinussa menekankan percepatan dan kemudahan dalam penetapan UMP ini sangat diperlukan setiap tahunnya. Hal ini bertujuan untuk mencegah keterlambatan penetapan upah minimum yang merugikan pekerja.

“Kami berharap pemerintah kabupaten dapat membentuk Dewan Pengupahan agar ke depan penetapan UMP bisa lebih mudah dan tidak lagi mengalami keterlambatan,” ucapnya. (LP14/red)

Latest articles

Kadistrik Taroi Laporkan Karhutla Meluas di Lahan Gambut Bintuni, Keluhkan Alat...

0
TELUK BINTUNI, LinkPapua.id – Kepala Distrik (Kadistrik) Taroi Donald R Kutanggas melaporkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang meluas di wilayah Distrik Taroi, Kabupaten...

More like this

Final ‎SMAKVILL Basket Ball Manokwari, Perbasi Sebut Wadah Penting Jaring Atlet sejak Dini

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Papua Barat...

Gubernur Dominggus Lantik Prof Charlie Jadi Kepala Bappeda Papua Barat, Tekankan Perencanaan Berbasis Data

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan melantik Prof Charlie Danny Heatubun sebagai...

Demi Masa Emas Anak, Gubernur Papua Barat Dorong Akses PAUD Merata-Terjangkau ke Pelosok

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mendorong layanan pendidikan anak usia dini...