Papua Barat Raih Penghargaan Kolaborasi Pentahelix dari BNPB

Published on

JAKARTA, Linkpapuabarat.com – Provinsi Papua Barat meraih penghargaan kolaborasi pentahelix penanganan Covid-19 dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Penghargaan diberikan atas kinerja daerah ini dalam manajemen mitigasi bencana non-alam.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala BNPB Letjend TNI Doni Monardo dalam penutupan Rakornas BNPB 2021 di Graha BNPB Jakarta, Rabu 10 Maret 2021.

Penghargaan diterima oleh Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan didampingi Kepala BPBD Papua Barat, Derek Ampnir. Selain Papua Barat, 27 daerah lainnya juga menerima penghargaan yang sama.

“Ini merupakan anugerah yang menjadi penyemangat seluruh personel BPBD Papua Barat, juga relawan yang selama ini telah bahu membahu melaksanakan penanganan dan penanggulangan bencana di Papua Barat,” ujar Gubernur.

Baca juga:  Diajak ke Kebun, IRT di Manokwari Ditembak Suami

Ia mengungkapkan, BPBD dengan tanpa lelah bersama pemerintahan pusat telah bekerja mendorong penanggulangan bencana di daerah termasuk bencana nonalam, Covid-19. Gubernur juga secara khusus mengapresiasi jajaran BPBD Papua Barat yang telah memberi edukasi kepada masyarakat. Sehingga turut menumbuhkan kesadaran dalam menangani bencana.

Senada dengan gubernur, Kepala BPBD Papua Barat Derek Ampnir memuji personel BPBD Papua Barat dan juga seluruh komponen yang telah berkontribusi dalam penanganan bencana dan berpartisipasi aktif dalam mitigasi bencana atau pencegahan.

Baca juga:  Dua Pelajar Bintuni Ikut Kibarkan Merah Putih di Istana Negara

“Kami mengapresiasi tim BPBD, dan seluruh komponen yang telah bekerja sama dan berkontribusi dalam setiap bencana maupun upaya mitigasi bencana di Papua Barat,” tambah Derek Ampnir.

Upaya mitigasi di Papua Barat kata Derek, telah menyentuh ke lapisan masyarakat terbawah. Ini tidak lepas dari dukungan pemerintah pusat. Pemerintah pusat terlibat dalam memberi masukan bagaimana mengelola manajemen kebencanaan secara menyeluruh.

Penghargaan BNPB ini diberikan setiap tahun kepada daerah yang dianggap berhasil menyosialisasikan edukasi bencana kepada masyarakat. Tahun ini Papua Barat dinilai menunjukkan langkah lebih maju dalam mitigasi bencana.

Baca juga:  Polri Berangkatkan 100 Revaco Covid-19 ke PON XX Papua

Doni Monardo mengatakan, meminimalisir dampak bencana tidak bisa menjadi tanggung jawab pemerintah sepihak. Akan tetapi harus diambil bersama oleh masyarakat.

“Peran masyarakat adalah mengedukasi diri bagaimana memperkecil dampak kerusakan akibat bencana. Bagaimana meminimalisir jumlah korban. Dan itu hanya bisa dilakukan jika masyarakat tahu proses mitigasi bencana,” paparnya.

Di sinilah BPBD menjadi mentor masyarakat. BPBD berperan menyosialisasikan mitigasi yang efektif jika terjadi bencana. (LPB2/red)

Latest articles

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau Sarana Latihan Rindam XVIII di Mansel

0
MANSEL, LinkPapua.id - Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin meninjau sarana latihan Rindam XVIII/Kasuari di Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat....

More like this

Rilis Akhir Tahun 2025, Polresta Manokwari Catat Angka Kejahatan Meningkat

MANOKWARI, Linkpapua.id- Polresta Manokwari menggelar pers rilis pada Rabu (31/12/2025) di ruang data Mapolresta...

Pemda dan APH Kumpulkan Masyarakat Wasirawi, Sepakati Pemberhentian Sementara PETI

MANOWARI, Linkpapua.id- Pemkab Manokwari bersama Forkopimda Papua Barat dan Forkopimda Manokwari menggelar pertemuan dengan...

Sempat Hilang Saat Berenang di Bendungan Kali Anggris, Juan Ditemukan Meninggal Dunia

MANOKWARI, Linkpapua.id – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manokwari melalui Unit Siaga SAR Teluk...