Pemkab Pegaf Belum Bisa Cover BPJS Pekerja Rentan, Tunggu APBD 2026

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pegunungan Arfak (Pegaf), Papua Barat, belum bisa mengalokasikan anggaran untuk program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan tahun ini. Menurut Bupati Pegaf, Dominggus Saiba, program tersebut baru bisa dianggarkan melalui APBD pada 2026 mendatang.

“APBD kami Rp113 miliar dipangkas habis sehingga program ini belum dapat kami laksanakan di tahun ini dan kami akan upayakan program ini dapat terlaksana di tahun depan,” ujarnya kepada wartawan di di Auditorium TP-PKK, Selasa (15/4/2025).

Baca juga:  Sopir Singgah Kencing, Mobil Terjun ke Danau Anggi Giji Pegaf Tewaskan Tiga Orang

Saiba menjelaskan, pemangkasan anggaran yang signifikan membuat pemerintah daerah harus melakukan efisiensi, termasuk menunda pelaksanaan program perlindungan bagi pekerja rentan. Padahal, Gubernur Papua Barat telah menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) yang mewajibkan setiap kabupaten mengalokasikan anggaran perlindungan tenaga kerja rentan dalam APBD masing-masing.

Menurutnya, program tersebut berada di bawah tanggung jawab Dinas Penanaman Modal dan PTSP dan akan memprioritaskan orang asli Papua (OAP), seperti penjual pinang dan sayur di pasar-pasar tradisional.

Baca juga:  Dahamaddin Gabung Damai, Eks Tim Pemenangan Komitmen Tetap di Barisan Yo Join

Sebelumnya, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menegaskan pentingnya perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan pekerja rentan. Dia telah mendorong tujuh kabupaten di Papua Barat untuk segera mengalokasikan anggaran perlindungan sosial bagi kelompok ini.

“Pemerintah daerah tentunya memberikan perhatian bagi masyarakatnya dalam hal ini pekerja rentan. Telah dikeluarkan Pergub yang mengatur agar setiap pemerintah kabupaten memberikan perhatiannya,” katanya, Selasa (8/4/2025).

Baca juga:  Tujuh OPD Papua Barat Ikuti Pencanangan Zona Integritas Hari ini

Saat ini, tiga kabupaten belum mengalokasikan anggaran untuk program ini, yaitu Teluk Bintuni, Teluk Wondama, dan Pegad. Menurutnya, pelaksanaan program ini akan terus dipantau dan dievaluasi agar semua daerah segera merealisasikannya.

“Pastinya kita akan dorong tiga kabupaten yang belum mengalokasikan anggaran ini agar seluruhnya dapat melaksanakan program ini. Adapun pemerintah provinsi ada bagian-bagian tertentu yang menjadi tugas provinsi pasti kita akan laksanakan,” ucapnya. (LP14/red)

Latest articles

Kasus Kematian Yanto Idorway, Polda Papua Barat Tetapkan Dua Tersangka

0
MANOWARI, Linkpapua.id-Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Trihadi Kuncahyo, A.Md., S.E., menyampaikan bahwa penyidik Ditreskrimum Polda Papua Barat telah melaksanakan gelar perkara terkait...

More like this

Kasus Kematian Yanto Idorway, Polda Papua Barat Tetapkan Dua Tersangka

MANOWARI, Linkpapua.id-Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Trihadi Kuncahyo, A.Md., S.E., menyampaikan bahwa...

PHMJ GKI Nazaret Fanindi Pantai Aktif Beri Masukan Draf Amandemen Tata Gereja 2027

MANOKWARI, Linkpapua.id-Ketua PHMJ GKI Nazaret Fanindi Pantai, pdt Lenny M. M. Key Matatula, S.Th didampingi...

Jalan Kampung Ambon-Sarina Mulai Dibangun, Pemkab Manokwari Kejar Pemerataan Infrastruktur

MANOKWARI, Linkpapua.id – Pemerintah Kabupaten Manokwari melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan...