Pemprov Papua Barat Minta Pemuda Katolik Tak Cuma Jadi Pelengkap, tapi Beri Solusi

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat meminta kader Pemuda Katolik untuk tidak sekadar menjadi pelengkap dalam struktur kepemudaan daerah. Pemerintah daerah mendesak organisasi ini bertransformasi menjadi mitra strategis yang mampu menyodorkan solusi konkret bagi pembangunan.

“Pemuda harus mampu memberi nilai tambah dan solusi. Ide-ide yang lahir dari organisasi kepemudaan dapat menjadi rujukan kebijakan pemerintah demi kemajuan Papua Barat,” ujar Wakil Ketua MRPB Ferdinand Pihwi saat mewakili Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dalam Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) Pemuda Katolik di Valdos Hotel, Manokwari, Sabtu (24/1/2026).

Baca juga:  Pisah Sambut Kanwil Kemenkum Papua Barat, Pemprov Apresiasi Kinerja Piet Bukorsyom

Ferdinand menegaskan pemerintah daerah saat ini tidak hanya membutuhkan dukungan moral dari organisasi kepemudaan. Pihaknya menantikan gagasan kritis serta kontribusi nyata dalam merespons berbagai persoalan di Papua Barat.

Muskomda ini dinilai sebagai momentum strategis untuk membuktikan eksistensi organisasi. Forum ini menjadi ajang uji konsistensi gerakan Pemuda Katolik dalam menjawab tantangan sosial dan kebangsaan.

“Pemuda Katolik punya tanggung jawab ganda, kepada Tuhan dan kepada negara. Jika ada praktik yang tidak sejalan dengan ajaran Gereja, maka harus dikoreksi dan diperbaiki,” kata pastor moderator Isak Bame mewakili Uskup Manokwari-Sorong Mgr Hilarion Darus Lega pada kesempatan yang sama.

Baca juga:  Pj Gubernur PB Terbitkan SE: Libur Natal 24-27 Desember, Tahun Baru 1-3 Januari

Dia meminta para kader tetap memegang teguh identitas iman di tengah peran sosial mereka. Beliau berharap kepemimpinan yang lahir dari Muskomda ini berorientasi pada pelayanan, bukan sekadar mengejar jabatan.

Dinamika internal organisasi juga menjadi sorotan untuk memastikan arah gerakan tetap solid. Anggota DPD RI Dapil Papua Barat Lamek Dowansiba mengingatkan pentingnya integritas dalam menyatukan setiap perbedaan pandangan.

Baca juga:  Sekda Papua Barat: Lelang Jabatan Eselon II Tak Perlu Izin Atasan

“Organisasi bukan sesuatu yang alamiah. Dia dibentuk dan diuji oleh manusia. Kepemimpinan akan diuji melalui integritas dan kemampuannya menyatukan perbedaan untuk kepentingan bersama,” ucapnya.

Lamek menekankan agar Pemuda Katolik tidak hanya berhenti pada ruang diskusi internal saja. Dia mendorong kader segera turun ke lapangan untuk membuktikan peran nyata di tengah masyarakat. (LP14/red)

Latest articles

Kasus Kematian Yanto Idorway, Polda Papua Barat Tetapkan Dua Tersangka

0
MANOWARI, Linkpapua.id-Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Trihadi Kuncahyo, A.Md., S.E., menyampaikan bahwa penyidik Ditreskrimum Polda Papua Barat telah melaksanakan gelar perkara terkait...

More like this

Warga Papua Barat Tersebar di Gunung hingga Pesisir, Pemprov Minta KPU Adaptif

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyesuaikan...

Polda Papua Barat Menetapkan 2 Tersangka Pembunuhan Presenter TVRI Yanto Idorway

MANOKWARI, LinkPapua.id – Penyidik Ditreskrimum Polda Papua Barat menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan...

BKMT Papua Barat Temui Manajemen PELNI di Jakarta, Siapkan Rencana Kerja Sama Edukasi

JAKARTA, LinkPapua.id – Pengurus Wilayah (PW) Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Papua Barat menemui...