Pencarian Iptu Tomi Dihentikan, MRP Papua Barat Minta Semua Pihak Hormati Upaya Polri

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.com – Polri secara resmi menghentikan pencarian tahap III terhadap Iptu Tomi Samuel Marbun, mantan Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, yang hilang saat bertugas. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat, Raimond Mandacan, menegaskan agar seluruh pihak menghormati proses panjang dan serius yang telah ditempuh Polri dalam upaya pencarian tersebut.

“Terlepas dari hasilnya (Iptu Tomi) dapat atau tidak, tetapi upaya yang dilakukan oleh Polri dalam hal ini Kapolda Papua Barat dan jajarannya harus dihormati oleh semua kalangan,” kata Raimond dalam keterangannya, Jumat (2/5/2025).

Baca juga:  Mulai 1 Agustus 2026, Harga Pertamax dan Pertamax Turbo di Papua-Maluku Turun

Raimond menyampaikan duka mendalam atas hilangnya Iptu Tomi, baik secara pribadi maupun sebagai representasi lembaga MRP. Dia menyebut, pencarian yang dilakukan dengan menerjunkan 510 personel gabungan merupakan bentuk nyata tindak lanjut atas rekomendasi DPR RI melalui Komisi III.

“Pencarian tahap ketiga ini, kan, bagian dari menjawab rekomendasi Komisi III DPR RI beberapa waktu lalu,” katanya.

Baca juga:  3 Anggota TPNPB Wilayah 3 Domberai Serahkan Diri

Pihaknya berharap tidak ada lagi kegaduhan yang dibuat oleh pihak-pihak tertentu yang mengabaikan fakta bahwa Polri telah bekerja maksimal.

Diketahui, operasi pencarian Iptu Tomi berlangsung sejak 20 April 2025 dan berakhir awal Mei. Proses ini menghadapi tantangan berat, mulai dari medan hutan belantara, cuaca ekstrem, hingga ancaman kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Sebanyak 510 personel gabungan dari Polri, TNI, SAR, dan Komnas HAM Papua terlibat dalam operasi bersandi Alfa Bravo Moskona 2025. Mereka dilengkapi moda transportasi darat, laut, udara, hingga melakukan penyisiran gerilya di belantara Hutan Moskona, Teluk Bintuni.

Baca juga:  Kapolri Tunjuk Irjen Johnny Isir Jadi Kadiv Humas, Alfred Papare Kapolda Pabar

Pencarian dibagi dalam tiga zona: hijau, kuning, dan merah. Zona merah menjadi wilayah paling berisiko karena kondisi ekstrem seperti arus sungai deras, kehadiran predator seperti buaya, serta lebah hutan.

Hasil rekonstruksi menunjukkan bahwa dari sembilan orang yang berenang menyeberangi sungai, delapan berhasil selamat, sementara Iptu Tomi adalah satu-satunya yang tidak berhasil menyeberang. (LP2/red)

Latest articles

DPRK Wondama Dorong Pemkab Berikan TPP ASN Triwulan IV 2026, Jadi...

0
TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – DPRK Teluk Wondama, Papua Barat, kembali mendorong Pemkab Teluk Wondama mengupayakan pembayaran tunjangan penghasilan pegawai (TPP) bagi ASN pada triwulan...

More like this

PSSI Papua Barat Mulai Tahapan Pemilihan Ketua, Pendaftaran Dibuka 5-9 Oktober

MANOKWARI, LinkPapua.id – Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Papua Barat...

Nilai Ekspor Papua Barat Agustus 2026 Melonjak Jadi US$297,51 Juta, Didominasi Bahan Bakar Mineral

MANOKWARI, LinkPapua.id – Nilai ekspor Papua Barat pada Agustus 2026 melonjak menjadi US$297,51 juta....

BGN Ungkap Perputaran Anggaran MBG di Papua Barat Capai Rp36 Miliar per Bulan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap perputaran anggaran program Makan Bergizi Gratis...