Pesawat Sriwijaya Air Makassar-Manokwari Delay 4 Jam Lebih, Manajemen Ribut dengan Penumpang

Published on

Manokwari, linkpapua.com– Manajemen Sriwijaya Air terlibat cekcok dengan sejumlah penumpang di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sabtu (21/5/2022). Keributan dipicu oleh delaynya pesawat lebih dari 4 jam lebih.

Penumpang Sriwijaya Air yang terbang dari Makassar menuju Manokwari awalnya melontarkan protes karena pihak maskapai delay tanpa alasan yang jelas. Pesawat dengan nomor penerbangan SJ. 570 harusnya bertolak menuju Manokwari pukul 03.10 wita.

“Kami seharusnya terbang pukul 03.10, namun karena alasan yang tidak jelas pesawat kami baru terbang sekitar pukul 07.48,” terang salah seorang penumpang.

Penumpang ini menyebut alasan yang disampaikan oleh maskapai tidak bisa diterima. Pasalnya pesawat yang sudah berada di landasan pacu tiba-tiba kembali ke hanggar dengan alasan penambahan fuel.

Baca juga:  Hermus Apresiasi Peran Kerukunan Pedagang Kuliner Tingkat Perekonomian Daerah

“Ini kan sudah tidak logis, pesawat sudah bergerak menuju landasan kemudian kembali itu sekitar pukul setengah 6 atau jam 6, biasanya penambahan fuel dilakukan setelah penumpang turun dari pesawat,” katanya.

Disampaikan bahwa kejadian tersebut sempat memicu keributan antara penumpang dan pihak manajemen. Dari keributan tersebut itulah juga terungkap bahwa pesawat yang sama juga sempat delay di Jakarta selama kurang lebih 6 jam sebelum berangkat ke Makasar.

Baca juga:  Amerika Serikat Larang Warganya Kunjungi Papua, Dinilai Rawan Konflik-Penculikan

“Yang kita sesalkan pihak manajamen tidak jujur menjelaskan kondisi pesawatnya. Bahkan memberikan alasan yang tidak jelas. Ini justru memicu kekhawatiran,” ucapnya.

Seharusnya pihak manajemen lebih komunikatif. Bukan justru terkesan sembunyi dari tanggung jawab.

“Sampaikan alasan yang benar dan memberikan kepastian bahwa kendala tersebut pasti dapat ditangani supaya penumpang bisa lebih tenang. Ini malah kasih alasan yang tidak logis, apalagi pesawatnya sudah dua kali delay,” Tambahnya.

Lebih lanjut, Yongki juga menyampaikan pihak manajemen bersikap tak peduli kepada penumpang. Padahal menurutnya saat seperti itu dibutuhkan perhatian dari manajemen.

Baca juga:  Pangdam Kasuari: Prajurit TNI tak Boleh Terprovokasi, Amankan Pemilu

“Misalnya saja menyediakan air minum atau makanan ringan. Itukan bisa mengurangi ketegangan penumpang,” katanya.

Kompensasi tersebut juga sudah diatur oleh Permen Nomor 89 tahun 2015. Dalam permen tersebut diatur bahwa apabila pesawat delay 181 menit sampai 240 menit maskapai harus menyediakan minuman ringan sampai makanan berat. Apabila pesawat delay di atas 240 menit pihak maskapai harus memberikan kompensasi berupa uang tunai sebesar Rp300. 000,-.

“Itu mereka tidak taati. Padahal kami delay selama 278 menit. Jangankan makanan, minuman ringan bahkan tidak disediakan,” akunya. (LP6/red)

Latest articles

Gubernur Papua Barat Ajak Tokoh Agama-Adat Dukung Gerakan Ayo ke Posyandu

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengajak tokoh agama, tokoh adat, organisasi masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan mendukung gerakan 'Ayo ke Posyandu'....

More like this

Laporan terhadap Tiga Pengurus BKMT Dihentikan, Kuasa Hukum Sebut Murni Sengketa Internal

MANOKWARI, Linkpapua.id-Polda Papua Barat menghentikan penyelidikan atas laporan tindak pidana terhadap 3 pengurus dan...

Kapolresta Manokwari Pimpin Sertijab Tiga Pejabat Utama dan Kapolsek

MANOKWARI, Linkpapua.id- Kapolresta Manokwari, Kombes Pol Ongky Isgunawan, memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab)...

JKN Bantu Pasien di Manokwari Jalani Perawatan Retensi Urine Tanpa Beban Biaya

MANOKWARI, LinkPapua.id – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) membiayai seluruh perawatan medis seorang warga...