Polisi Amankan 46 Penambang Ilegal di Manokwari, Kini Diperiksa Maraton

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Polres Manokwari mengamankan sedikitnya 46 penambang emas ilegal dari kawasan Waserawi, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Selasa (22/11/2022). Mereka menjalani pemeriksaan maraton.

Kapolres Manokwari AKBP Parisian Herman Gultom membenarkan penangkapan 46 penambang. Ia menyebut, mereka masih menjalani pemeriksaan.

“Iya benar” kata Gultom.

Sebelumnya, sejak Jumat pekan lalu, aparat Kepolisian dari Sabhara Polres dan Brimob di bawah pimpinan Kapolres Manokwari melakukan penyisiran di kawasan Waserawi, lokasi tambang ilegal. Kapolres Manokwari dan Kasat Reskrim serta beberapa personel baru turun dari lokasi Selasa pagi.

Baca juga:  Ali Baham Minta OPD Persiapkan Penyambutan Dominggus-Lakotani 3 Maret

Adi seorang penambang yang ditemui di Mapolres mengatakan, dia dan teman-temanya diarahkan dari lokasi penambangan ke lokasi transit di kali Wariori. Kemudian pada Senin malam diangkut dengan truk menuju Manokwari.

“Kami sempat singgah di Polda Papua Barat, menunggu teman-teman lainnya tadi malam sekitar jam 21.00 WIT. Setelah terkumpul lalu kita diarahkan ke Polres,” ucap Adi, Selasa (22/11).

Adi mengaku baru bekerja satu minggu sebagai penambang di lokasi. Ia bukan warga Manokwari.

Baca juga:  Gandeng PMI dan UTD, Polres Manokwari Gelar Donor Darah

“Saya dari Bima, ikut teman tiba di sini kita dipekerjakan di lokasi tambang baru satu minggu. Belum ada hasil sudah diarahkan ke Polres sini,” tutur Adi.

Istrinya, kata Adi sempat cemas karena mendengar kabar bahwa ia ikut lari ke dalam hutan.

“Istri saya baru turun tadi siang dari SP Prafi, setelah tau bahwa saya juga ikut dalam rombongan ke Mapolres sini,” katanya.

Baca juga:  Insiden Perkelahian dengan Oknum Brimob, Warga Swapen Bahari Sepakat Berdamai

Adi mengaku belum diperiksa oleh penyidik Polres, meski sebagian teman-temanya sudah diperiksa.

“Saya dari pagi tadi belum diperiksa, kita tetap tunggu saja,” ucapnya.

Untuk makan, Adi mengatakan ditanggung masing-masing. Padahal waktu di penampungan di Kali Wariori mereka diberi makan.

“Waktu di penampungan kita dikasih makan tapi setelah turun di sini (Polres) makan ditanggung masing-masing,” katanya.

Nampak di Aula Polres Manokwari beberapa istri penambang emas juga turun melihat kondisi suami mereka. (LP2/red)

Latest articles

Gubernur Papua Barat Ajak Tokoh Agama-Adat Dukung Gerakan Ayo ke Posyandu

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengajak tokoh agama, tokoh adat, organisasi masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan mendukung gerakan 'Ayo ke Posyandu'....

More like this

Gubernur Papua Barat Ajak Tokoh Agama-Adat Dukung Gerakan Ayo ke Posyandu

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengajak tokoh agama, tokoh adat, organisasi...

TP Posyandu Papua Barat Canangkan Gerakan ‘Ayo ke Posyandu’, Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

MANOKWARI, LinkPapua.id – Tim Pembina (TP) Posyandu Papua Barat mencanangkan gerakan 'Ayo ke Posyandu'....

Gubernur Dominggus Ajak ASN Belanja di Pameran UMKM Pesparawi, Dorong Perputaran Ekonomi Lokal

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN)...