Polisi Ungkap Kondisi Mayat Sofyani Saat Ditemukan: Mulut Berbusa, Baju Basah

Published on

FAKFAK, Linkpapua.com – Kepolisian Resort Fakfak mengungkap fakta terbaru kondisi jenazah Sofyani Hubro saat ditemukan. Dari mulutnya keluar cairan berbusa dan pakaiannya dalam kondisi basah.

Hanya saja polisi belum sampai pada simpulan bahwa korban tewas bunuh diri. Penyidik tengah mendalami semua kemungkinan.

“Penyebab kematian korban masih dalam penyelidikan. Hanya ada beberapa yang bisa kita ungkap dari kondisi mayat korban saat ditemukan. Yakni keluar busa dari mulut. Pakaiannya juga basah,” terang Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Irwindi, Rabu (15/12/2021).

Sofyani Hubro adalah gadis 17 tahun yang ditemukan tewas di Kampung Wurkendik, Fakfak, Papua Barat, malam tadi. Ia diduga bunuh diri.

Baca juga:  Diduga Korupsi Proyek Puskesmas Keliling, Kejari Sorong Tahan Kadis Kesehatan Tambrauw

Kematian gadis cantik ini viral di jagad maya. Ia sempat memposting pesan terakhir di akun media sosialnya sebelum ditemukan tewas.

Korban menurut informasi diduga bunuh diri karena depresi. Dari pesan yang ditulis di akun sosial medianya, siswi SMK Werba yang juga warga RT 1 Distrik Fakfak Barat Kabupaten Fakfak tersebut diduga mengalami tekanan psikis di lingkungan keluarganya.

Menurut Adam, Sofyani ditemukan tidak jauh dari rumah di Kampung Wurkendik. Mayatnya tergeletak di atas rerumputan sekitar 100 meter dari rumahnya.

“Posisi mayat ketika ditemukan dalam keadaan terbaring menghadap ke atas dengan pakaian lengkap. Celana pendek warna biru dan baju warna coklat bermotif,” terang Adam.

Baca juga:  Operasi Mantap Brata, Polda Papua Barat Rikkes Personel

Di samping mayat korban ditemukan 1 unit handphone merk Samsung warna putih.

Saat ini kata Adam, Satreskrim Polres Fakfak sedang melakukan penyelidikan mengungkap penyebab kematian korban.

Sementara itu dari postingannya di medsos korban mengungkapkan problem yang tengah ia hadapi bersama keluarganya. Ia menulis tentang perlakuan keluarga yang dianggapnya tidak adil.

Ia juga mengaku diperlakukan berbeda dengan saudaranya. Hanya saja ia tak secara jelas menulis kepada siapa uneg-uneg itu ia tujukan.

“Iyo waa bt jga tau diri beta ini hidup hanya bikin susah kam hanya bikin malu kam, hanya kam pu anak sasti dng Denis sja yang selalu kam bangga²kan slalu bta salah, bt bajalan dpt marah diam dirumah, dpt marah pi tetangga pu rumah, dapat marah diam dalam kamar saja dpt marah.”

Baca juga:  TPNPB Klaim Kuasai Ibu Kota Maybrat, Kapolda Papua Barat: Bohong!

“Semua yang beta bikin selalu salah di kam pu mata, kam selalu marah sa klo bjln tpi kam tra pernah tanya sa alasanya apasampe tra betah dlm rumah, hanya tau marah saja tra pernah mo tanya,” demikian beberapa penggalan postingannya.

Ia juga menulis, “Beta bajalan krna klo dalam rumah bta rasa tertekan. Beta bajalan krna cari kebahagian diluar yg tra dapat dalam rumah. Marah sedikit saja marah su sampe kayak perempuan tra betul. Sa juga manusia sa juga punya perasaan.” (LP2/Red)

Latest articles

Munas LPPN, Bahas Evaluasi Organisasi hingga Penetapan Tuan Rumah Pesparawi XV

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Musyawarah Nasional (Munas) Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN) membahas evaluasi program kerja organisasi hingga penetapan tuan rumah Pesparawi Nasional...

More like this

Munas LPPN, Bahas Evaluasi Organisasi hingga Penetapan Tuan Rumah Pesparawi XV

MANOKWARI, LinkPapua.id – Musyawarah Nasional (Munas) Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN) membahas...

Dinkes Papua Barat: Tak Ada Peserta Pesparawi Nasional Mual-Gatal Dirujuk ke RS

MANOKWARI, LinkPapua.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Papua Barat memastikan tidak ada peserta Pesta Paduan...

Panitia Pesparawi Nasional Pastikan Peserta Tak Keracunan Makanan: Reaksi Alergi!

MANOKWARI, LinkPapua.id – Panitia Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV memastikan gangguan kesehatan...