Stunting-Miskin Ekstrem di PB Masih Tinggi, Waterpauw: Kita Bentuk Satgas

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com – Pemerintah Provinsi Papua Barat saat ini konsen untuk berupaya menurunkan angka stunting dan kemiskinan ekstrem. Dua isu ini menjadi telah strategis pemprov karena menjadi parameter kinerja penjabat gubernur.

Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw mengatakan, pada pemaparan kinerja di rakornas lalu, Papua Barat relatif lebih baik di semua bidang. Pemerintah pusat hanya menggarisbawahi dua isu. Yakni soal penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem.

“Tidak banyak pertanyaan di semester tiga dan lebih banyak saran konkret dari tim penilai. Umumnya dinyatakan baik yang menjadi atensi dari tim yakni soal masih tingginya stunting dan kemiskinan ekstrem,” ujar Waterpauw kepada wartawan, Jumat (14/4) di salah satu hotel di Manokwari.

Baca juga:  Pj Gubernur Papua Barat: 512 Honorer Siap Diangkat Jadi ASN

Papua Barat kata dia akan mengambil langkah segera karena masih menjadi provinsi yang rendah angka prevalensi stunting. Begitu juga kemiskinan ekstrem praktis masih membutuhkan penanganan karena trennya yang masih tinggi.

Kata Waterpauw, banyak faktor yang memengaruhi implementasi penurunan stunting dan kemiskinan. Namun ia menegaskan keseriusannya untuk memangkas angka kasus ini.

Baca juga:  Bantu Tangani Stunting di Papua Barat, Govo Charity Golf Sumbang Rp500 Juta

“Papua Barat menjadi provinsi yang serius dalam penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem. Akan lakukan rapat zoom meeting bersama pemerinath di zona merah melalui Bintuni,” jelas Waterpauw.

Dia mengungkapkan, Kabupaten Bintuni merupakan daerah dengan realisasi PAD cukup besar. Namun juga menjadi penghasil stunting dan kemiskinan ekstrem tinggi di Papua Barat.

“Besok kami akan mengecek bersama pemerintah Kabupaten Bintuni. Walau tidak sampai menurun sampai 0 persen namun kita ada upaya,” ujarnya.

Waterpauw mengaku juga akan membentuk satuan tugas (satgas) penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem di Papua Barat.

Baca juga:  Percepat Penurunan Stunting, Dinsos Papua Barat Siap Salurkan BLT

“Paling tidak ada upaya untuk penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem. Ada sekitar 8 OPD yang menangani hal tersebut, kita juga akan membentuk satgas,” paparnya.

Waterpauw juga mengaku akan membagi klaster dalam rapat dan memprioritaskan beberapa daerah. Di antaranya Pegaf, Mansel dan Manokwari. Dia akan meminta penjelasan soal kendala dalam penanganan masalah tersebut.

“Prinsipnya kita mencari solusi secepatnya. Prioritas kita sekarang stunting dan kemiskinan ekstrem,” tandasnya. (LP9/Red)

Latest articles

Baru 3 Daerah Isi Sipatuham, Kanwil Kemenham Papua Barat Dorong Mansel...

0
MANSEL, LinkPapua.id – Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenham) Papua Barat mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari Selatan (Mansel) segera mengisi aplikasi Sipatuham....

More like this

Baru 3 Daerah Isi Sipatuham, Kanwil Kemenham Papua Barat Dorong Mansel Segera Nyusul

MANSEL, LinkPapua.id – Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenham) Papua Barat mendorong...

Mahasiswa KKN Unipa Salurkan 300 Bibit Pohon untuk Warga Kampung Yop Meos

TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Papua (Unipa) Kelompok 29...

Kapolda Papua Barat: Hari Bhayangkara ke-80 Jadi Momentum Perkuat Kepercayaan Masyarakat terhadap Polri

MANOKWARI, Linkpapua.id– Polda Papua Barat memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dengan mengusung tema yang sederhana...