Sudah 1.211 Babi Mati, Pemkab Manokwari Minta Jangan Buang Bangkai ke Laut

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.com- Pemda Manokwari terus berupaya meminimalisir merebaknya African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika. Hingga 4 Mei 2021, tercatat telah lebih dari 1.211 ekor babi yang mati akibat terinfeksi ASF.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Manokwari Esti Vivi Damayanti menjelaskan warga memiliki peran penting untuk memutus mata rantai penyebaran ASF.

“Sesuai dengan hasil pantauan kita masih ada bangkai babi mati yang diduga karena ASF yang dibuang di laut atau sungai oleh masyarakat. Kalau sudah seperti itu maka bisa mencemari lingkungan dan dapat menularkan ke hewan babi lainnya karena jika air yang sudah tercemar digunakan untuk membersihkan kandang otomatis yang di dalam kandang juga tertular,” ungkap dia Kamis (20/5/2021).

Baca juga:  Bupati Manokwari Hadiri Sertijab Kepala Distrik Aimasi, Ingatkan Kepala Distrik Jadi Teladan

Dikatakannya, sesuai dengan edaran bupati, jika ada hewan babi yang mati diharuskan dikubur. Sehingga perangkat pemerintahan hingga ke tingkat bawah dapat berperan dalam menyampaikan informasi ini ke masyarakat.

Baca juga:  Usulan Penambahan Kuota BBM, Senator Papua Barat Minta Pengawasan Distribusi Jadi Perhatian

“Edaran ini juga sudah disampaikan ke distrik-distrik sehingga diharapkan itu bisa dilanjutkan ke masyarakat agar mereka juga tahu apa yang harus dilakukan jika ternaknya tiba-tiba mati,” katanya.

Esti menyebutkan, sampai sekarang belum ada vaksin untuk mencegah virus tersebut. Yang bisa dilakukan hanya upaya-upaya pencegahan dengan selalu menjaga kebersihan kandang.

“Di antaranya dengan menyemprotkan disinfektan dan tidak memberi pakan yang berasal dari sisa makanan,” tambah dia.

Baca juga:  Kutuk Penyerangan Prajurit TNI di Maybrat, Bupati Manokwari: Basmi Kelompok Teroris Ini!

Diungkapkannya, masa inkubasi virus ini sangat cepat yaitu 1 sampai 7 hari. Sehingga hampir bisa dipastikan ternak yang tertular virus ini pasti akan mati karena menjangkau semua organ.

Kalau memang bisa bertahan hanya karena faktor tertentu. Meskipun virus ASF tidak dapat menular ke manusia, dinas meminta agar masyarakat tetap waspada mengingat masih belum diketahui asal mula penyebaran virus tersebut karena baru pertama kali terjadi di Manokwari.
(LP3/Red)

Latest articles

Bupati Ungkap Paradoks Migas di Teluk Bintuni, Desak Realisasi PI 10...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id - Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibuy mengungkap paradoks sektor migas yang menjadi motor utama perekonomian daerah, tetapi belum sepenuhnya memperkuat fiskal dan...

More like this

Jaga Kesehatan di Usia Senja, Dora Rasakan Manfaat JKN hingga Kenal Prolanis

MANOKWARI, LinkPapua.id – Dora Rumbarar (66), perempuan asal Manokwari, Papua Barat, memanfaatkan program Jaminan...

22 TPA dan TPQ di Manokwari Disiapkan Ikuti FASI 2026

MANOKWARI, Linkpapua.id– Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Manokwari mematangkan persiapan pelaksanaan...

Parjal Papua Barat Gandeng DPMPTSP Manokwari Layani Pengurusan NIB di Sekretariat

MANOKWARI, Linkpapua.id– Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Parlemen Jalanan (Parjal) Papua Barat bekerja sama dengan Dinas...