Vonis MA Inkrah, Kejari Teluk Bintuni Eksekusi 2 Koruptor Angdes

Published on

TELUK BINTUNI, LinkPapua.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Teluk Bintuni mengeksekusi dua terpidana kasus korupsi pengadaan mobil angkutan pedesaan (Angdes), Rabu (9/7/2025). Eksekusi dilakukan setelah vonis Mahkamah Agung (MA) berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

Dua terpidana tersebut adalah AA, pejabat Dinas Perhubungan Teluk Bintuni, dan FL, rekanan pihak ketiga dalam proyek tersebut. Keduanya divonis bersalah merugikan negara dalam pengadaan dua unit mobil Angdes.

Kepala Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni Jusak E Ayomi melalui Kasi Intel Alfis Adrian Sombo membenarkan pelaksanaan eksekusi. Ia menegaskan, proses hukum telah selesai di tingkat kasasi.

Baca juga:  Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Randis BPBD Teluk Bintuni Naik ke Penyidikan

“Apa yang diputuskan oleh MA, itulah putusan final yang mengikat. Makanya setelah menerima salinan putusan kasasi, kami melaksanakan eksekusi,” ujarnya.

Eksekusi terhadap AA dilakukan berdasarkan Putusan Kasasi MA Nomor 7053 K/Pid.Sus-TPK/2024 tanggal 14 November 2022. Sementara FL dieksekusi berdasarkan Putusan Kasasi MA Nomor 7127 K/Pid.Sus-TPK/2024 tanggal 14 November 2024.

Kasi Pidsus Kejari Teluk Bintuni Agung Satriadi Putra menyebut eksekusi telah dilakukan sesuai prosedur. Keduanya kini ditahan di Rutan Bintuni.

Baca juga:  Terdakwa Kasus Pasar Babo Junsetbudi Divonis 5 Tahun Penjara, Kajari Bintuni: Harus Ada Efek Jera

“Pelaksanaan eksekusi dilakukan secara humanis. Setelah melakukan serangkaian proses sesuai prosedur, terhadap kedua terpidana kami lakukan eksekusi di Rutan Bintuni,” katanya.

AA dan FL lebih dahulu menjalani proses hukum di Pengadilan Tipikor Manokwari. Mereka didakwa jaksa karena merugikan negara sebesar Rp 1.325.000.000 dalam pengadaan dua unit mobil Angdes dari APBD Teluk Bintuni tahun anggaran 2021.

Dalam sidang pertama, jaksa menuntut keduanya dengan hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan. Namun pada Jumat, 3 Maret 2024, majelis hakim menjatuhkan vonis lebih ringan, yakni 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan.

Baca juga:  Plt Kasubag Perencanaan dan Keuangan Disdikpora Bintuni Jadi Tersangka Korupsi Dana Minat Bakat

Jaksa tak puas dan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi. Hukuman keduanya naik menjadi 2 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan.

Putusan banding itu dibacakan pada Selasa, 21 Mei 2024 dengan Nomor 3/PID.SUS-TPK/2024/PT.MNK. Jaksa kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung hingga akhirnya putusan inkrah dan eksekusi dilakukan. (LP5/red)

Latest articles

Polres Mansel Gelar Operasi Jelang Temunas GPKAI, Amankan Pemobil Bawa Miras...

0
MANSEL, LinkPapua.id – Polres Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat menggelar operasi gabungan menjelang pelaksanaan Temu Nasional (Temunas) Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI). Dalam...

More like this

Polres Mansel Gelar Operasi Jelang Temunas GPKAI, Amankan Pemobil Bawa Miras Terobos Razia

MANSEL, LinkPapua.id – Polres Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat menggelar operasi gabungan menjelang pelaksanaan...

Sambut Pesta Sinoli x Torang Locavore 2026, BI Papua Barat Tekankan Pentingnya Data Berkualitas

MANOKWARI, Linkpapua.id- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat menggelar Media Briefing dalam...

Dandim 1801 Manokwari: Antusiasme Tinggi, Turnamen Domino HUT TNI ke-81 Pererat Kedekatan dengan Masyarakat

MANOKWARI, Linkpapua.id- Antusiasme masyarakat mengikuti Turnamen Domino dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT)...