Waspadai Perkembangan Medsos Untuk Pecah Belah Bangsa

Published on

MANOKWARI, Linkpapuabarat.com- Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani Mengimbau semua pihak untuk bijak dalam menggunakan media sosial (medsos) dan tidak ditujukan untuk menyebarkan kebohongan dan kebencian. Penggunaan medsos patut diwaspadai terhadap berita hoax yang dapat mengkisruhkan kantibmas, terlebih berkaitan dengan rasisme.

“Rasisme bisa terjadi dimana saja. Seseorang bisa menjadi rasis karena pengaruh pola pikir, norma sosial dan lainnya. Yang akhirnya membawa prilaku negatif pada kelompok tertentu. Sehingga jangan ada sekat-sekat dan deskriminasi,”kata Lakotani pada pelaksanaan Forum Grup Discusion (FGD)pada Senin (1/2/2021).

Baca juga:  Papua Barat Daya Butuh 1.052 ASN, Waterpauw Jelaskan Rinciannya

Lakotani mengatakan perkembangan teknologi informasi begitu cepat dan luas. Dampaknya, banyak orang memanfaatkan perkembangan teknologi itu dalam menyebarkan dan menerima informasi dan memajukan kehidupan masyarakat.

“Kita harus menghindari adanya berita bohong, fitnah, apalagi upaya memprovokasi. Kita harus menggunakan kemajuan teknologi untuk kepentingan kemanusiaan, untuk kepentingan kebersamaan. Jangan sampai kemajuan teknologi dipakai untuk pecah belah bangsa,” lanjut Lakotani.

Baca juga:  DPR PB Desak PLN Segera Realisasikan Pemanfaatan Gas untuk Pasokan Listrik

Sementara itu, Pangdam VIII/Kasuari Mayjen I Nyoman Cantiasa mengatakan keberagaman harus disikapi sebagai kekayaan dan kekuatan untuk membangun bangsa.

“Keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun bangsa bukan malah jadi konflik. Sebagai negara yang heterogen untuk menciptakan kedamaian perlu peran serta semua pihak dalam merawat kebhinekaan. Kita sudah bersama sepakat untuk menolak rasisme sehingga tindakan-tindakan seperti itu tidak boleh terjadi di Indonesia yang dihuni penduduk dari berbagai suku, ras dan agama,”ungkap Pangdam.

Baca juga:  Papua Barat PPKM Level 3, Belum Vaksin Tak Dibolehkan Keluar Daerah

Turut hadir, Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol Patrige Renwarin. Dirinya  mengatakan bangsa Indonesia mendapat banyak tantangan dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

“Memang ancaman terhadap Indonesia tidak hanya dari dalam, tetapi juga dari luar negeri. Indonesia semakin dewasa dalam menyelesaikan setiap tantangan yang terjadi termasuk isu SARA. Untuk itu dengan bersama-sama maka pemerintah dan para tokoh yang bisa menjaga kamtibmas,”jelas Renwarin.(LPB3/red).

Latest articles

Kejagung Tetapkan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Tersangka Korupsi MBG, Langsung...

0
JAKARTA, LinkPapua.id – Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis...

More like this

Forum UHC Papua Barat, Keluhan Stok Darah-Dokter Gigi BPJS Dibahas

MANOKWARI, LinkPapua.id - Keluhan terkait stok darah dan layanan dokter gigi BPJS Kesehatan dibahas...

Flobamora NTT Papua Barat Ajak Warga Sukseskan Pesparawi Nasional XIV 2026

MANOKWARI, LinkPapua.id - Perkumpulan Flobamora Nusa Tenggara Timur (NTT) Papua Barat mengajak warganya ikut...

Wagub Papua Barat di Kick Off Pesparawi 2026: Datang Suka Cita, Pulang Bawa Bahagia

JAKARTA, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat resmi meluncurkan seluruh tahapan pelaksanaan Pesta...