MANOKWARI, Linkpapua.id– Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari bersama Dinas Kesehatan Papua Barat dan UNICEF menggelar Workshop Pelaksanaan Pelayanan Imunisasi pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) Swasta Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat cakupan dan kualitas layanan imunisasi bagi anak di Kabupaten Manokwari.
Perwakilan UNICEF, dr. Husni Muttaqin, mengatakan peran fasilitas kesehatan swasta sangat penting dalam mendukung program imunisasi, mengingat tingginya jumlah layanan imunisasi yang diberikan oleh fasyankes swasta kepada masyarakat.

Menurutnya, kehadiran semakin banyak fasilitas kesehatan swasta membantu orang tua yang mengalami kendala membawa anak ke posyandu atau puskesmas untuk mendapatkan imunisasi.
“Angka imunisasi di fasilitas kesehatan swasta cukup besar. Dengan semakin banyak fasyankes swasta, maka semakin membantu memberikan alternatif bagi orang tua yang mengalami kendala mengakses layanan di posyandu maupun puskesmas,” ujarnya Senin (15/6/2026) di Manokwari.
Ia menegaskan bahwa kualitas pelayanan imunisasi harus menjadi perhatian utama karena imunisasi merupakan layanan yang sensitif dan harus dilaksanakan sesuai standar agar kekebalan yang diharapkan dapat tercapai.
Ia juga mendorong penguatan kapasitas fasilitas kesehatan di Manokwari agar mampu memberikan layanan imunisasi yang berkualitas sekaligus membantu meningkatkan cakupan imunisasi daerah.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya sinergi dalam pelaporan data imunisasi karena capaian program terus dipantau secara berkala oleh pemerintah.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari Alexander Takdare mengatakan pembangunan kesehatan masih menghadapi berbagai tantangan, baik dari penyakit menular maupun penyakit tidak menular.
Menurutnya, imunisasi menjadi salah satu strategi penting dalam memutus rantai penularan penyakit serta melindungi anak dari berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
“Imunisasi bukan hanya program rutin, tetapi juga menjadi upaya penting untuk menekan penyebaran penyakit dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa workshop tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan pelayanan imunisasi sejak awal tahun sekaligus langkah percepatan pencapaian target cakupan imunisasi di Kabupaten Manokwari.
Meski demikian, ia menekankan bahwa pencapaian target harus dibarengi dengan kualitas data yang baik agar setiap anak yang menjadi sasaran dapat terdata dan memperoleh layanan imunisasi secara lengkap.
“Pada tahun 2025 cakupan imunisasi kita masih berada di kisaran 60 persen. Karena itu, jangan sampai ada anak-anak yang terlewatkan dari layanan imunisasi,” tegasnya.
Dinas Kesehatan Manokwari sendiri telah melaksanakan berbagai rangkaian pertemuan dan koordinasi dengan berbagai pihak sebagai bentuk penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program imunisasi.
Melalui workshop ini, pemerintah berharap fasilitas kesehatan swasta dapat semakin aktif berkolaborasi dalam pelayanan dan pelaporan imunisasi sehingga target cakupan imunisasi di Kabupaten Manokwari dapat tercapai secara optimal.(LP3/Red)








