MANOKWARI, LinkPapua.id – Setelah mengabdi selama 15 tahun 5 bulan, Derek Ampnir menanggalkan jabatannya sebagai Kepala Pelaksana BPBD Papua Barat. Dia menitipkan pesan mengenai penguatan struktur organisasi dan keberlanjutan program penanggulangan bencana kepada penerusnya.
“Perlu ada keberlanjutan yang dilakukan, terutama perubahan terhadap kapasitas kelembagaan BPBD agar lebih kuat dan responsif,” ujar Derek di Aula BPBD Papua Barat, Jumat (23/1/2026).
Pesan itu disampaikan dalam momen serah terima jabatan kepada Plt Kepala BPBD Papua Barat Marthen Kocu. Derek menekankan bahwa tantangan bencana ke depan menuntut lembaga yang lebih kokoh secara regulasi.

“Perubahan regulasi ini harus ditindaklanjuti dengan revisi Perda tentang kelembagaan BPBD,” tegasnya.
Dia menjelaskan terbitnya Permendagri Nomor 18 Tahun 2025 membawa perubahan status jabatan dari Kepala Pelaksana menjadi Kepala BPBD definitif. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi pimpinan baru untuk segera melakukan sinkronisasi aturan daerah.
“Saya selalu taat pada pimpinan, meminta arahan, dan bekerja sungguh-sungguh. Prinsip itu yang saya pegang selama menjabat,” ucap Derek membagikan rahasia pengabdian panjangnya.
Selama satu setengah dekade menjabat, Derek mengaku integritas dan loyalitas kepada pimpinan adalah kunci utama. Dia berharap seluruh ASN di BPBD Papua Barat tetap solid mendukung pimpinan baru meski harus menghadapi berbagai tantangan berat di lapangan.
“Setiap tugas saya sambut dengan kesungguhan, karena dari situ pimpinan akan menilai kinerja kita,” tambahnya.
Merespons pesan pendahulunya, Marthen menyatakan siap melanjutkan estafet kepemimpinan dengan penuh komitmen. Dia mengaku sangat termotivasi oleh dedikasi panjang yang telah ditunjukkan oleh Derek selama ini.
“Saat ditunjuk sebagai Plt Kepala BPBD, hati saya merasa terpanggil. Saya siap melanjutkan apa yang telah dikerjakan oleh orang tua senior kita, Pak Derek,” ucap Marthen. (LP14/red)















