27.6 C
Manokwari
Minggu, Maret 29, 2026
27.6 C
Manokwari
More

    Plt. Sekda Papua Barat: Sensus Pertanian Kunci Strategis untuk Pengambilan Keputusan Kebijakan

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat merilis Diseminasi Hasil Sensus Pertanian 2023 (ST2023) tahap I, Senin (4/12/2023), di aula BPS Papua Barat.

    Dalam sambutannya, Pj Gubernur Papua Barat yang diwakili Plt. Sekda Papua Barat, Yacob Fonataba, menyampaikan pertanian merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia.

    Sektor pertanian menyerap tenaga kerja paling banyak pada 2022. Di Papua Barat terdapat sebanyak 38,65 persen penduduk yang bekerja di sektor pertanian.

    Baca juga:  Umat Muslim Amban Salat Id di Masjid Darululum, Kurban 16 Sapi-2 Kambing

    “Sensus Pertanian (ST) 2023, untuk memotret kondisi sektor pertanian secara komprehensif sehingga mampu memberikan informasi untuk pengambilan keputusan para pembuat kebijakan. Data hasil ST 2023 juga akan memberikan dukungan pada pembentukan indikator SDGs pertanian, menghasilkan data small scale producer yang sesuai standar FAO,” ujar Jacob.

    Baca juga:  Kantor Imigrasi Sorong Raih Penghargaan Humas Imigrasi

    Dikatakannya, hasil ST 2023 akan menjadi rujukan strategis bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan demi kedaulatan pangan.

    Kepala BPS Papua Barat, Merry, mengungkapkan ST 2023 dilaksanakan pada Juni hingga Juli 2023. Tujuannya untuk menyediakan data mengenai struktur pertanian nasional hingga level wilayah terkecil, menyediakan sampel pertanian yang mutakhir, serta sebagai benchmark dan rekonsiliasi statistik pertanian yang ada.

    Baca juga:  Jelang Pilkada Serentak 2024, Polda Papua Barat Ikuti Pelatihan Olah Strategi

    “Subsektor yang disensus meliputi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutanan, dan jasa pertanian. Variabel-variabel yang didiseminasikan, yaitu usaha pertanian dan rumah tangga usaha pertanian, demografi pengelola usaha pertanian, lahan yang dikuasai, gurem, petani milenial, dan urban farming,” ungkap Merry. (LP3/Red)

     

    Latest articles

    Tak Perlu Pikir Biaya, Pasien Anemia di Manokwari Puas Layanan JKN-KIS

    0
    MANOKWARI, LinkPapua.id - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan benar-benar menjadi penyelamat bagi masyarakat menengah ke bawah di wilayah Manokwari, Papua...

    More like this

    Tak Perlu Pikir Biaya, Pasien Anemia di Manokwari Puas Layanan JKN-KIS

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan benar-benar menjadi...

    Dominggus Sebut Pemprov Papua Barat Prioritaskan Dana Otsus untuk Beasiswa Mahasiswa

    MANOKWARI, LinkPapua.id - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia...

    Sepekan Pasca Lebaran, PELNI Telah Angkut 153 Ribu Penumpang Arus Balik

    JAKARTA, Linkpapua.id-PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) memastikan arus balik Angkutan Lebaran...