Inspiratif! LPPM Unipa ‘Sulap’ Minyak Goreng Bekas Jadi Solar

Published on

MANOKWARI, linkpapua.com– Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Papua menyulap minyak goreng bekas menjadi bahan bakar solar. Terobosan ini menerapkan teknologi produksi biodiesel dari minyak jelantah dengan melibatkan 3 peneliti.

Hasilnya kemudian diterapkan di tengah masyarakat Kampung Mokwam, Distrik Masni, sebuah wilayah yang berada di bibir Pasifik, dengan waktu tempuh sekitar 3 jam dari pusat kota.

“Melalui terobosan ini kami juga berupaya meningkatkan kapasitas masyarakat lewat pelatihan dan pendampingan. Fokusnya tentang cara produksi biodiesel yang baik dan benar serta berkualitas agar sesuai standar SNI biodiesel,” jelas salah satu tim peneliti, Wilson Palelingan Aman, kepada wartawan, Selasa (19/12) di Manokwari.

Baca juga:  Jurusan Biologi UNIPA Raih Akreditasi Unggul, Pertama di Kampus

“Di sisi lain ini mengubah cara pandang masyarakat. Selama ini minyak goreng bekas atau jelantah hanya dianggap limbah. Padahal dapat diolah menjadi biodiesel pengganti solar,” katanya.

Tim dari universitas Papua antara lain, Dr Ir Budi Santoso MP, Dr Murtiningrum STP MSi dan Wilson Palelingan Aman STP MSi. Juga melibatkan mitra dari masyarakat pelaku usaha di kampung tersebut sebagai penerima manfaat kegiatan.

Baca juga:  Dosen dan Mahasiswa UNIPA Mengikuti Pelatihan Kehumasan dan Protokol  

Peranan masyarakat dalam hal ini adalah menerapkan teknologi produksi yang dikembangkan di Laboratorium Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Papua.

Kapasitas produksi biodiesel dari kegiatan ini sebanyak 16 liter minyak jelantah per proses. Dari jumlah tersebut dapat diperoleh sekitar 10 liter biodiesel dengan waktu per proses sekitar 3 Jam.

Baca juga:  Penuhi Panggilan Kepolisian, Rektor Unipa Dicecar Pertanyaan Selama 1 Jam

Selanjutnya biodiesel yang dihasilkan dianalisis dan diuji coba pada mesin diesel yang digunakan oleh masyarakat setempat.

Menurut Wilson, keberhasilan penerapan di Mokwam, dapat menjadi contoh dan direplikasi di daerah-daerah lain di Manokwari. Apalagi dampak yang dapat diperoleh pelaku UMKM adalah meningkatnya kapasitas produksi, serta mampu menekan biaya produksi melalui subtitusi bahan bakar. Masalah dampak lingkungan dari limbah minyak goreng juga teratasi. (*/red)

Latest articles

Polisi MA Divonis Bersalah Kasus Kekerasan Seksual Ajukan Banding di PN...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Polisi berinisial MA mengajukan banding atas vonis 7 tahun penjara dalam perkara Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) di Pengadilan Negeri (PN)...

More like this

Polisi MA Divonis Bersalah Kasus Kekerasan Seksual Ajukan Banding di PN Manokwari, Bukti Dinilai Terabaikan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Polisi berinisial MA mengajukan banding atas vonis 7 tahun penjara dalam...

RTRW Laut Belum Tuntas, Perairan Papua Barat Dibayangi Kapal Pelanggar

MANOKWARI, LinkPapua.id – Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) laut Papua Barat belum tuntas sehingga...

Asap Pekat Ganggu Penerbangan di Rendani, Sejumlah Pesawat Tunda Pendaratan

MANOKWARI, Linkpapua.id – Kabut asap kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Rendani Manokwari, Papua...