Didukung Australia, DPMK Papua Barat Terapkan SAIK+ untuk Data OAP

Published on

MANOKWARI,Linkpapua.com – Wakil Duta Besar Australia untuk RI melakukan pertemuan tertutup dengan leading sektor bidang pemberdayaan masyarakat di Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (28/10/2024). Pertemuan ini membahas parameter keberhasilan SAIK+ dalam pelaksanaan otonomi khusus di Papua Barat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Papua Barat, Legius Wanimbo mengatakan, dalam bidang pemberdayaan masyarakat dan kampung ada program sinergi untuk akselerasi layanan dasar. Salah satunya adalah penerapan Sistem Aplikasi Informasi Kampung (SAIK+) yang didukung oleh pemerintah Australia.

“Penggunaan SAIK+ sangat bermanfaat bagi kita terutama untuk mengukur kinerja pelaksanaan otsus di Papua Barat,” ujar Legius, Selasa (29/10/2024).

Baca juga:  Hadiri Musrenbang Tingkat Provinsi, Bupati Manibuy Sebut akan ada Sinkronisasi Program

Legius mengakui bahwa satu-satunya instrumen yang bisa mengukur keberhasilan otsus dengan tingkat presisi yang tepat adalah melalui sistem aplikasi SAIK+. Karena dalam sistem SAIK+ seluruh data mencakup OAP lengkap. Dikatakan juga bahwa program ini sudah berjalan dan saat ini pihaknya tengah mempersiapkan tim yang akan turun ke kampung-kampung untuk mendata dengan rinci mengenai OAP.

Lebih lanjut dikatakan, melalui SAIK+ akan mendapatkan data yang terpilah untuk OAP dan non OAP. Mulai dari identitasnya dan kondisi sosial ekonominya.

Baca juga:  Tiongkok Masih Jadi Tujuan Ekspor Tertinggi Papua Barat

Dengan adanya data ini akan membantu pemerintah daerah dalam membuat kebijakan dan tindakan terlebih khusus untuk memaksimalkan program otsus.

“Peran DPMK adalah bagaimana mengoptimalkan dan memberdayakan kader-kader kampung. Tugas mereka adalah menginput data di kampung masing-masing dengan fitur-fitur dan quisioner yang disiapkan dan mereka juga di training tentang teknis melakukannya,” terang Legius.

Legius mengharapkan turut diterapkan program pemberdayaan terhadap lansia. Melalui sistem SAIK+ data lansia sudah terpisah antara OAP dan non OAP sehingga dapat membantu memberikan kebijakan dalam melakukan pemberdayaan khususnya bagi lansia OAP.

Baca juga:  Tak Sekadar Seremoni, Festival Raja Ampat Harus Dongkrak Industri Pariwisata

“Di tahun 2025 kader-kader kampung yang akan turun langsung ke lapangan diharapkan dapat terlaksana dan semoga dapat langsung dikeluarkan SK gubernur sehingga mereka bisa bekerja sebagai peluang kerja dan berkontribusi untuk negerinya di Papua Barat ini,” kata dia.

Menurut Legius, dengan sistem SAIK+ yang menjadi acuan dasar dalam membuat kebijakan strategis menjadikan OAP dan non OAP terlayani dengan berbasiskan data yang valid sesuai dengan kebutuhan. (LP14/red)

Latest articles

Hery Wonda Terjatuh dari KM Gunung Dempo, Operasi SAR Digelar di...

0
MANOKWARI, Linkpapua.id– Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Manokwari melalui Unit Siaga SAR (USS) Teluk Wondama melaksanakan operasi pencarian terhadap seorang penumpang KM Gunung Dempo...

More like this

Hery Wonda Terjatuh dari KM Gunung Dempo, Operasi SAR Digelar di Teluk Cenderawasih

MANOKWARI, Linkpapua.id– Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Manokwari melalui Unit Siaga SAR (USS) Teluk...

Implementasikan Perda Pendidikan Gratis, Pemkab Manokwari Larang Sekolah Negeri Pungut Biaya

MANOKWARI, Linkpapua.id-Pemerintah Kabupaten Manokwari menegaskan seluruh sekolah negeri di wilayahnya dilarang memungut biaya apa...

DPRK Manokwari Terima Kunjungan Komisi III DPRD Kota Manado, Bahas Infrastruktur

MANOKWARI, Linkpapua.id– DPRK Manokwari Rabu (24/6/2026)menerima kunjungan kerja Komisi III DPRD Kota Manado dalam...