17 Agustus Jatuh pada Minggu, Sekda Papua Barat Tunggu Arahan Pusat

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Upacara bendera peringatan HUT ke-80 RI di Papua Barat masih menunggu arahan pemerintah pusat. Hal ini menyusul tanggal 17 Agustus 2025 yang bertepatan dengan hari Minggu.

Sekda Papua Barat, Ali Baham Temongmere, mengatakan pihaknya belum memutuskan apakah pelaksanaan upacara akan dimajukan atau tetap di hari tersebut. Jika tetap pada Minggu, panitia akan menyurat untuk meminta izin kepada umat Nasrani yang beribadah di hari itu agar bisa ikut memeriahkan HUT RI.

Baca juga:  Tunggak Iuran 10.407 Peserta BPJS Kesehatan, Ini Alasan BPKAD Teluk Bintuni

“Terkait harinya kita masih menunggu dari pusat apakah dimajukan atau bagaimana nantinya. Jika dilaksanakan hari Minggu maka panitia akan menyurat izin untuk umat Nasrani yang dihari Minggu melakukan ibadah agar bisa ikut memeriahkan HUT RI,” ujarnya.

Ali Baham juga mengajak seluruh ASN Pemprov Papua Barat untuk menyukseskan perayaan HUT RI ke-80. Ajakan ini ia sampaikan saat memimpin apel gabungan di Kantor Gubernur, Senin (11/8/2025).

Dia memastikan anggaran perayaan HUT RI sudah disiapkan. Panitia yang diketuai Asisten I Setda Papua Barat kini tengah mematangkan persiapan rangkaian kegiatan.

Baca juga:  Maju di Pileg 2024, Sugandi Ingin Jadikan Parlemen Medan Pengabdian Luas

“Ketua panitia HUT RI yaitu Asisten I Setda Papua Barat telah beberapa kali melakukan rapat membahas persiapan-persiapan. Olehnya diminta ketika ada kegiatan seluruh ASN maupun honorer untuk mengikutinya disamping tugas-tugas pekerjaan,” katanya.

Sekda meminta pimpinan OPD memastikan nama mereka tercatat di panitia dan mengambil peran sesuai tanggung jawabnya. Menurutnya, momen kemerdekaan harus dijunjung tinggi dan dimaknai bersama.

Baca juga:  DPR Papua Barat Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2024, Dominggus Akui Banyak PR

Ali Baham menambahkan, di usia ke-80 tahun, Indonesia telah banyak memberi penghargaan kepada rakyatnya. Salah satunya, kabar dari Presiden terkait pemberian amnesti bagi masyarakat.

Selain itu, negara juga memberikan remisi kepada napi di seluruh Indonesia. Hal ini, kata dia, selalu menjadi momen yang dinantikan warga binaan.

“Kita bersyukur kita bisa bebas beraktivitas, tapi bagi saudara kita yang ada di tahanan mereka sangat berharap pada remisi di hari kemerdekaan,” pungkasnya. (LP14/red)

Latest articles

Kemenag Papua Barat: Pesparani dan MTQ Tingkat Provinsi Masuk Tahap Akhir...

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Papua Barat menyatakan persiapan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) dan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat...

More like this

Kemenag Papua Barat: Pesparani dan MTQ Tingkat Provinsi Masuk Tahap Akhir Persiapan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Papua Barat menyatakan persiapan Pesta...

Pesparawi dan Pesparani Nasional Berpeluang Digelar Bersamaan pada 2029

MANOKWARI, LinkPapua.id - Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional dan Pesta Paduan Suara Gerejani...

Munas LPPN, Bahas Evaluasi Organisasi hingga Penetapan Tuan Rumah Pesparawi XV

MANOKWARI, LinkPapua.id – Musyawarah Nasional (Munas) Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN) membahas...