Kebutuhan Uang Tunai di Papua Barat Diproyeksikan Meningkat Jelang Nataru

Published on

MANOKWARI, Linkpapua.id– Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat memproyeksikan adanya peningkatan aktivitas ekonomi yang signifikan menjelang perayaan  Hari Besar Keagamaan Nasional(HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Kondisi tersebut cermin dari meningkatnya kebutuhan uang tunai masyarakat di wilayah Papua Barat selama bulan Desember 2025.

Berdasarkan proyeksi Bank Indonesia, kebutuhan uang tunai di Papua Barat pada periode Nataru 2025 diperkirakan mencapai Rp1,16 triliun, atau tumbuh 13 persen (year on year) dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp1,03 triliun.

Peningkatan kebutuhan uang tunai ini sejalan dengan meningkatnya konsumsi rumah tangga, mobilitas masyarakat, serta aktivitas keagamaan dan pariwisata pada akhir tahun. Untuk mengantisipasi dan memenuhi peningkatan kebutuhan tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp1,27 triliun selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nataru.

Baca juga:  Gereja Pos PI GPKAI Gunung Sinai Soribo Resmi Menjadi Jemaat Definitif  

Ketersediaan uang ini disiapkan melalui pengelolaan kas yang memadai di kantor perwakilan serta distribusi melalui jaringan perbankan, guna memastikan masyarakat dapat mengakses uang tunai secara mudah, aman, dan nyaman di seluruh wilayah Papua Barat.

Seiring dengan meningkatnya aktivitas transaksi, Bank Indonesia juga mencatat perkembangan positif terkait kualitas uang Rupiah yang beredar. Jumlah Uang Tidak Layak Dar (UTLE) yang diserap Bank Indonesia di Papua Barat menjelang periode Natarutercatat sebesar Rp1,25 miliar. Nilai ini relatif rendah dan mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kondisi fisik uang Rupiah melalui penerapan perilakuCinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.

Baca juga:  2023, FGM GKI Maraton Lantik Pimpinan Cabang Se-Papua Barat dan Papua Barat Daya

Di sisi lain, peredaran uang palsu di Papua Barat sepanjang tahun 2025 masih sangat terkendali. Hingga saat ini, Bank Indonesia hanya menerima hasil temuan dan mengklarifikasi sebanyak 10 lembar uang palsu. Kendati demikian, Bank Indonesia tetap menghimbau masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan  terhadap potensi peredaran uang palsu.

Baca juga:  PPA Papua Barat Gelar Lomba Tari Tumbuk Tanah dan Menu Lokal, Pj Ketua TP PKK Berikan Apresiasi

Ketelitian dalam setiap transaksi menjadi kunci utama untuk melindungi diri dari kerugian, terutama di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi menjelang akhir tahun.

Dengan ketersediaan pasokan uang tunai yang memadai, kualitas uang yang terjaga, serta pengawasan yang berkelanjutan, Bank Indonesia optimistis perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Provinsi Papua Barat dapat berlangsung dengan lancar, aman, dan kondusif, serta mampu mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.(LP3/Red)

Latest articles

Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Kebakaran di Jayapura

0
JAYAPURA, Linkpapua.id- Pertamina Patra Niaga gerak cepat memberikan bantuan kepada masyarakat Dok 08 Jayapura yang tempat tinggalnya terbakar pada Kamis 7 Mei yang lalu.Area...

More like this

Pertamina Patra Niaga Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Kebakaran di Jayapura

JAYAPURA, Linkpapua.id- Pertamina Patra Niaga gerak cepat memberikan bantuan kepada masyarakat Dok 08 Jayapura...

Kasus Kekerasan Senior-Junior di SMA Taruna Kasuari Nusantara Manokwari Berakhir Damai

MANOKWARI, LinkPapua.id– Kasus kekerasan fisik antara siswa senior dan junior di SMA Taruna Kasuari...

Gubernur Papua Barat: Jalan Rusak di Prafi Manokwari Diupayakan Diperbaiki 2027

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyatakan akan mengupayakan perbaikan infrastruktur jalan...