JAYAPURA, LinkPapua.id – Papua diguncang ribuan gempa bumi sepanjang 2025 dengan tingkat seismisitas yang sangat tinggi. Stasiun Geofisika Kelas I Jayapura mencatat total 5.141 gempa terjadi dari Sorong hingga Jayapura.
“Berdasarkan kedalaman (D), kurang dari 60 kilometer sebanyak 4.856 kejadian, kedalaman antara 60 sampai 300 kilometer sebanyak 284 kejadian, kedalaman lebih dari 300 kilometer sebanyak 1 kejadian,” ujar Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Jayapura, Herlambang Hudha, dalam keterangannya, Jumat (2/1/2026).
Dia menyebut gempa bumi tersebut melingkupi seluruh wilayah Papua. Aktivitas gempa tercatat terjadi dari Sorong di wilayah barat hingga Jayapura di bagian timur Papua.
Gempa bumi sepanjang 2025 itu didominasi magnitudo kecil hingga menengah. Berdasarkan data BMKG, gempa dengan magnitudo (M) kurang dari 3 tercatat sebanyak 3.799 kejadian.
Sementara itu, gempa bermagnitudo lebih dari 3 dan kurang dari 5 terjadi sebanyak 1.341 kali. Adapun gempa dengan magnitudo lebih dari 5 tercatat sebanyak 18 kejadian.
Selama 2025, BMKG juga mencatat gempa bumi yang dirasakan masyarakat sebanyak 125 kejadian. Dari jumlah itu, gempa bermagnitudo antara 3 hingga 5 mendominasi dengan 102 kejadian.
“Pada 12 Agustus 2025 terjadi gempa bumi dengan magnitude M 6,4 kedalaman 27 km Tenggara Sarmi-Papua. Pada bulan bulan berikutnya, 16 Oktober 2025, di Sarmi terjadi gempa merusak dengan M 6,6. Kedua kejadian ini mengakibatkan kerusakan di beberapa tempat di Kabupaten Sarmi,” katanya.
Herlambang menegaskan Papua dan sekitarnya, termasuk Jayapura, merupakan wilayah dengan tingkat seismisitas sangat tinggi. Kondisi ini membuat potensi gempa bumi masih sangat mungkin terjadi ke depan.
Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya. Kewaspadaan dinilai penting untuk meminimalkan risiko akibat bencana ikutan gempa.
“Masyarakat juga kami diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap gempa bumi dan kejadiaan ikutannya seperti tsunami, longsor, likuefaksi, gagal struktur di Papua,” pungkasnya. (*/red)















