BMKG: Gelombang Perairan Papua Selatan Capai 4 Meter hingga 15 Januari

Published on

MERAUKE, LinkPapua.id – Stasiun Meteorologi BMKG Merauke mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di wilayah perairan Papua Selatan yang diprediksi berlangsung hingga 15 Januari 2026. Berdasarkan analisis dinamika atmosfer, terpantau adanya daerah tekanan rendah di wilayah timur laut Australia yang memicu wilayah konvergensi.

Kondisi tersebut berdampak pada peningkatan kecepatan angin secara drastis di daratan maupun perairan, terutama di Kabupaten Merauke. Pertumbuhan awan hujan juga terpantau sangat masif yang berpotensi memicu cuaca buruk dalam beberapa hari ke depan.

Baca juga:  Puncak Kemarau Agustus di Indonesia, BMKG Deteksi 5.019 Titik Panas

Kecepatan angin permukaan diperkirakan bergerak dari arah barat hingga utara dengan kekuatan mencapai 45 knots. Situasi ini memicu tinggi gelombang antara 1,25 hingga 2,5 meter di perairan Asmat, Mappi, Merauke, hingga wilayah Yos Sudarso.

Risiko banjir pesisir atau banjir rob juga menjadi ancaman nyata akibat tingginya tekanan angin terhadap permukaan laut. Para pengguna jasa transportasi laut diminta mewaspadai titik-titik koordinat yang memiliki potensi kerawanan tinggi.

Baca juga:  Diaspora Serui Akan Gelar Konferensi di Manokwari, Bupati Yapen Dijadwalkan Hadir

Lonjakan gelombang paling ekstrem diprediksi akan terjadi di Laut Arafuru bagian timur dengan ketinggian mencapai 4,0 meter. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya bagi keselamatan pelayaran, mulai dari perahu nelayan hingga kapal berukuran besar.

Keamanan pelayaran kapal tongkang dan kapal feri akan terancam jika memaksakan beroperasi saat kecepatan angin melebihi batas standar keamanan. BMKG menekankan bahwa tinggi gelombang di atas 2,5 meter merupakan kategori risiko tinggi bagi kapal-kapal komersial.

Baca juga:  Pemprov Papua Barat Daya Latih OAP Jadi Pemandu Selam Bersertifikat

Masyarakat dan para nelayan di wilayah Papua Selatan diimbau untuk menunda aktivitas di laut jika cuaca tidak memungkinkan. Pemantauan berkala terhadap informasi cuaca harus terus dilakukan guna menghindari risiko kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem. (*/red)

Latest articles

FASI III Papua Barat Digelar 13–14 November, 5 Kafilah Siap Berkompetisi

0
MANOKWARI, LinkPapua.id – Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) III tingkat Provinsi Papua Barat akan digelar pada 13–14 November 2026. Sebanyak 5 kafilah dari kabupaten...

More like this

TNI Kontak Tembak di Lokasi Persinggahan OPM Yahukimo, Amankan 7 Pucuk Senpi

YAHUKIMO, LinkPapua.id – Tim gabungan TNI terlibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata Organisasi Papua...

Karhutla Papua Selatan Ancam Habitat 403 Spesies Burung di Taman Nasional Wasur

MERAUKE, LinkPapua.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Papua Selatan mengancam habitat 403...

199 Desa di Tanah Papua Masuk Program Elektrifikasi PLN hingga 2027

JAYAPURA, LinkPapua.id – PT PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B) menyiapkan...