MERAUKE, LinkPapua.id – Stasiun Meteorologi BMKG Merauke mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di wilayah perairan Papua Selatan yang diprediksi berlangsung hingga 15 Januari 2026. Berdasarkan analisis dinamika atmosfer, terpantau adanya daerah tekanan rendah di wilayah timur laut Australia yang memicu wilayah konvergensi.
Kondisi tersebut berdampak pada peningkatan kecepatan angin secara drastis di daratan maupun perairan, terutama di Kabupaten Merauke. Pertumbuhan awan hujan juga terpantau sangat masif yang berpotensi memicu cuaca buruk dalam beberapa hari ke depan.
Kecepatan angin permukaan diperkirakan bergerak dari arah barat hingga utara dengan kekuatan mencapai 45 knots. Situasi ini memicu tinggi gelombang antara 1,25 hingga 2,5 meter di perairan Asmat, Mappi, Merauke, hingga wilayah Yos Sudarso.
Risiko banjir pesisir atau banjir rob juga menjadi ancaman nyata akibat tingginya tekanan angin terhadap permukaan laut. Para pengguna jasa transportasi laut diminta mewaspadai titik-titik koordinat yang memiliki potensi kerawanan tinggi.
Lonjakan gelombang paling ekstrem diprediksi akan terjadi di Laut Arafuru bagian timur dengan ketinggian mencapai 4,0 meter. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya bagi keselamatan pelayaran, mulai dari perahu nelayan hingga kapal berukuran besar.
Keamanan pelayaran kapal tongkang dan kapal feri akan terancam jika memaksakan beroperasi saat kecepatan angin melebihi batas standar keamanan. BMKG menekankan bahwa tinggi gelombang di atas 2,5 meter merupakan kategori risiko tinggi bagi kapal-kapal komersial.
Masyarakat dan para nelayan di wilayah Papua Selatan diimbau untuk menunda aktivitas di laut jika cuaca tidak memungkinkan. Pemantauan berkala terhadap informasi cuaca harus terus dilakukan guna menghindari risiko kecelakaan laut akibat cuaca ekstrem. (*/red)















