26.4 C
Manokwari
Minggu, Maret 29, 2026
26.4 C
Manokwari
More

    Bupati Elisa Auri di Seabad Nubuatan Kijne: Wondama Tanah Diberkati

    Published on

    TELUK WONDAMA, LinkPapua.id – Bupati Teluk Wondama Elisa Auri menyebut Teluk Wondama adalah tanah yang diberkati dan menjadi saksi peradaban besar bagi orang Papua. Ia menyampaikan pesan itu saat ibadah puncak perayaan satu abad Nubuatan IS Kijne di Lapangan Miei, Wasior, Sabtu (25/10/2025).

    “Dari tanah yang diberkati ini kita menumbuhkan tanah-tanah yang lahir di tanah ini di Teluk Wondama. Di tanah ini ada peradaban yang bersejarah bagi orang Papua,” ujar Elisa.

    Baca juga:  Hadirkan Kesejahteraan, Bupati Hendrik Mambor Harap Jaga Kebersamaan dan Toleransi

    Elisa mengatakan peringatan satu abad ini menjadi refleksi tentang peradaban yang telah membawa Papua lebih maju 100 tahun lalu. Ia menyebut kunjungan para misionaris bukan hanya membawa berkat, tetapi juga jalan terang bagi orang Papua.

    “Peradaban sejati bukan warisan namun nilai, moral dan pendidikan yang ada merupakan sarana untuk membangun tanah ini,” tuturnya.

    Menurut Elisa, bukti nyata peradaban itu kini terlihat dari banyaknya orang Papua yang menjadi guru, dokter, anggota militer, bahkan pemimpin daerah. Ia menyebut hari ini adalah saksi hidup dari perjalanan panjang peradaban tersebut.

    Baca juga:  Atlet Tinju Raja Ampat Raih Medali di PFM Cup, Pemkab Beri Apresiasi

    Elisa menegaskan komitmennya memperkuat identitas Wondama sebagai kabupaten peradaban di tanah Papua. Ia mengatakan sejumlah program strategis telah disiapkan untuk menandai semangat itu.

    Salah satunya adalah peletakan batu pertama pembangunan patung Domine Isak Samuel Kijne yang dianggap sebagai simbol warisan peradaban. Selain itu, pemerintah juga akan membangun Universitas Domine Isak Samuel Kijne serta meluncurkan proyek infrastruktur Bandara Isak Samuel Kijne.

    Baca juga:  Bupati Hendrik Mambor "Bersih-Bersih", 134 Pejabat Digeser

    Elisa menambahkan bahwa batu peradaban di situs Aitumieri kini telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional. Ia berharap tempat itu menjadi rumah peradaban bagi semua manusia.

    “Tempat ini adalah situs besar dan menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga, mengelola, dan melestarikannya agar sejarah ini tetap dikenal,” ucapnya. (LP14/red)

    Latest articles

    Tak Perlu Pikir Biaya, Pasien Anemia di Manokwari Puas Layanan JKN-KIS

    0
    MANOKWARI, LinkPapua.id - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan benar-benar menjadi penyelamat bagi masyarakat menengah ke bawah di wilayah Manokwari, Papua...

    More like this

    Sepekan Pasca Lebaran, PELNI Telah Angkut 153 Ribu Penumpang Arus Balik

    JAKARTA, Linkpapua.id-PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) memastikan arus balik Angkutan Lebaran...

    Wakapolda Papua Barat Hadiri Wisuda UNCRI, Wujud Dukungan dalam Pengembangan SDM

    MANOKWARI, Linkpapua.id– Sebagai wujud komitmen Polri dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di daerah,...

    Sinergi BPH Migas, DEN dan Pertamina Patra Niaga Pastikan Ketersediaan BBM di Papua Barat Daya

    SORONG, Linkpapua.id- Pertamina Patra Niaga bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH...