Capaian Kinerja FKTP di Manokwari Dinilai Ulang, Banyak Kendala Ditemukan

Published on

MANOKWARI, LinkPapua.id – Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK), Adhe Ismawan, menegaskan pentingnya meninjau kembali capaian kinerja Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Manokwari, Papua Barat, yang telah berjalan 8 tahun. Penilaian ulang ini bertujuan mengidentifikasi kendala yang muncul di lapangan sekaligus mendorong pencapaian target kinerja 100 persen.

“Pelaksanaan KBK telah berjalan sejak 2017 dan kini memasuki tahun ke-8. Evaluasi menyeluruh diperlukan untuk mengetahui sejauh mana FKTP mampu memenuhi indikator kinerja, sekaligus mengidentifikasi hambatan yang muncul di lapangan,” ujar Adhe dalam Monev pelaksanaan KBK di Swiss-Belhotel Kamis (27/11/2025).

Baca juga:  Yusak Sayori Reses di Sumber Boga Masni, Warga Inginkan Kelanjutan Pengerjaan Drainase

Menurutnya, BPJS Kesehatan dari tingkat pusat hingga cabang terus mendorong FKTP untuk mencapai target kinerja 100 persen. Meskipun demikian, Adhe mengakui terdapat berbagai kendala yang sering ditemui fasilitas kesehatan, mulai dari keterbatasan sumber daya hingga persoalan teknis operasional.

“Banyak hambatan yang kita temukan, tetapi ada juga banyak hal baik dan praktik yang bisa dipelajari bersama. Inilah yang akan kita bahas dan rumuskan menjadi rekomendasi untuk diterapkan di fasilitas kesehatan lainnya,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa KBK memiliki tiga tujuan utama: meningkatkan mutu pelayanan kesehatan primer, mendorong efisiensi pengelolaan pelayanan, serta merangsang FKTP untuk menghadirkan inovasi layanan yang lebih berpihak kepada masyarakat. Karena itu, Monev menjadi ruang penting bagi seluruh pihak untuk menilai kembali efektivitas implementasi dan menyesuaikannya dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.

Baca juga:  Jelang HUT ke-170 PI, Buku 'Sa Tanya Kam Jawab' Diluncurkan di Manokwari

Adhe juga mengingatkan bahwa rekomendasi Monev tahun sebelumnya yang dilaksanakan di Sorong harus dievaluasi kembali. Hal tersebut dinilai penting untuk memastikan relevansi dan kemajuan layanan.

“Hasil rekomendasi monev sebelumnya di Sorong harus di tinjau kembali apakah masih dapat diberlakukan atau harus diperbaiki sesuai dengan kemajuan saat ini,” tuturnya.

Baca juga:  Polda Papua Barat Musnahkan 30,67 gram Narkotika Jenis Sabu Dari 2 Tersangka

Dia berharap hasil Monev tahun ini dapat memberi gambaran yang lebih baik dan membawa peningkatan capaian pada tahun berikutnya. Peningkatan ini penting untuk perbaikan mutu layanan.

“Kami berharap kegiatan satu hari ini berjalan lancar dan menghasilkan rekomendasi yang berkualitas untuk perbaikan layanan di tahun mendatang,” ucapnya.

Kegiatan Monev ini turut dihadiri perwakilan FKTP lokal, BPJS Kesehatan wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya, Deputi Dereksi Wilayah XII, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. (LP14/red)

Latest articles

Papua Selatan Terbanyak, BNPB Ungkap 1.430 Hektare Lahan Masih Terbakar

0
JAKARTA, LinkPapua.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.430 hektare lahan di Indonesia masih terbakar dan belum padam. Papua Selatan menjadi wilayah dengan...

More like this

Pengurus PORDI Papua Barat Bertabur Anggota Dewan, Haryono May Siapkan Event Nasional

MANOKWARI, Linkpapua.id – Kepengurusan Pengurus Provinsi (Pengprov) Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Papua Barat...

KNPI Papua Barat Desak Presiden Evaluasi Pemangkasan DBH Migas Otsus 2027

MANOKWARI, LinkPapua.id – DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Papua Barat mendesak Presiden Prabowo...

Hermus Buka Turnamen Domino, Dorong PORDI Hidupkan Olahraga Domino di Manokwari

MANOKWARI, Linkpapua.id – Bupati Manokwari, Hermus Indou, secara resmi membuka turnamen domino yang digelar...