27 C
Manokwari
Sabtu, Februari 7, 2026
27 C
Manokwari
More

    Cerita Gubernur Papua Barat di Balik Berdirinya UNIPA, Sempat Ada Penolakan

    Published on

    MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan buka-bukaan soal sejarah berdirinya Universitas Papua (UNIPA) yang penuh tantangan. Dia mengenang bagaimana resistensi dan penolakan dari berbagai pihak saat kampus tersebut hendak memisahkan diri dari Universitas Cenderawasih (Uncen).

    “Waktu itu tantangannya luar biasa. Banyak pihak menolak sehingga perlu upaya serius untuk menyatukan pandangan,” ujar Dominggus saat menghadiri pengukuhan Rektor Universitas Papua Prof Hugo Warami sebagai guru besar di Aula Utama UNIPA, Manokwari, Rabu (14/1/2026).

    Baca juga:  Lamek Dowansiba:Tata Kelola Pendidikan Perlu Pertimbangkan Kearifan Lokal Papua

    Dominggus menceritakan proses panjang itu bermula pada akhir tahun 2001 saat dirinya masih menjabat sebagai Bupati Manokwari. Gagasan kemandirian kampus muncul setelah adanya diskusi intens bersama Prof Frans Wanggai yang kala itu menjabat sebagai rektor.

    “Saya sampaikan, mau tidak mau anak-anak asli Arfak harus mendukung perubahan ini. Kalau kampus tetap seperti itu, orang asli akan terus tertinggal,” ungkapnya.

    Pernyataan tersebut dilontarkan Dominggus untuk membakar semangat para tokoh Arfak agar mendukung perubahan status kampus. Dia merasa miris karena saat itu belum ada satu pun anak asli Arfak yang berhasil meraih gelar sarjana dari Fakultas Pertanian Uncen di Manokwari.

    Baca juga:  Eks Anggota OPM Minanggeng Murib Ikrar Setia ke NKRI, Cium Merah Putih di Ilaga

    “Ini bukti bahwa keputusan itu tidak salah. UNIPA hadir membuka akses pendidikan tinggi bagi orang asli Papua dan saat ini telah banyak orang Arfak yang sarjana dari kampus ini dan menjadi pemimpin-pemimpin di tanah Papua,” tegas Dominggus.

    Baca juga:  Pj Gubernur Papua Barat: Serapan Anggaran Belum Penuhi Syarat untuk Susun APBD-P

    Keberanian mengambil langkah politik tersebut akhirnya membuahkan hasil melalui restu Presiden Megawati Soekarnoputri. Kini, UNIPA telah berdiri mandiri dan melahirkan banyak pemimpin besar bagi Tanah Papua, termasuk tokoh-tokoh dari suku Arfak.

    Dominggus menyebut Lasarus Indou sebagai salah satu bukti kesuksesan keputusan besar tersebut. Lasarus merupakan orang Arfak pertama yang meraih gelar sarjana di UNIPA dan kini menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Papua Barat. (LP14/red)

    Latest articles

    Brigjen Pol Alfred Papare Jabat Kapolda Papua Barat, Janji Tingkatkan Layanan

    0
    MANOKWARI, Linkpapua.id- Brigjen Pol Alfred Papare S.I.K resmi menjabat sebagai Kapolda Papua Barat mengantikan Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., yang Menjabat sebagai...

    More like this

    Komisi II DPR RI Bahas Peluang Daerah Kelola Kawasan Perbatasan di Papua

    MERAUKE, LinkPapua.id - Komisi II DPR RI tengah mendiskusikan pemberian kewenangan lebih besar bagi...

    Wamendagri Ribka Haluk Dorong PLBN Papua Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

    JAYAPURA, LinkPapua.id - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menyampaikan pemerintah pusat berkomitmen...

    Gubernur Apolo: Seolah-olah Otsus Papua, tapi Khususnya Tidak Ada

    MERAUKE, LinkPapua.id - Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, mengkritik adanya benturan regulasi yang membuat...