Disnakertransdas PB Puji Bp Indonesia Penuhi Hak-hak Pekerja Selama Proses Demobilisasi

Published on

MANOKWARIlinkpapua.com- Train 3 proyek Tangguh Liquefied Natural Gas (LNG) di Teluk Bintuni, Papua Barat memasuki tahap akhir penyelesaian. Usai proyek ini, BP Indonesia sebagai leading sektor akan secara bertahap melakukan demobilisasi lebih dari 10.000 pekerja.

BP Indonesia berkomitmen memenuhi hak-hak para pekerja dengan baik. Selanjutnya, perusahaan juga akan meningkatkan keahlian para pekerja yang dipakai dalam keberlanjutan Train 3.

Demikian yang terungkap dalam temu media yang dihadiri lebih dari 40 jurnalis dari berbagai daerah di Papua Barat dan Papua Barat Daya, 22 Februari 2023. Acara turut menghadirkan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Provinsi Papua Barat.

Desy Unidaja, Head of Communications and External Affairs BP Indonesia mengatakan, saat ini pihaknya masih mengandalkan 2 train fasilitas pengelolaanya untuk dapat mengirimkan lebih dari 1.450 kargo dengan kapasitas total 7,6 juta ton LNG per tahun. Kedua train produksi LNG akan segera mendapatkan tambahan kapasitas produksinya hingga peningkatan 50% dari train ketiga yang telah memasuki tahap akhir pembangunannya.

Baca juga:  Pekan Depan, Pemprov Papua Barat Tancap Gas Vaksinasi Covid-19 untuk ASN

Desy menyampaikan, terkait update proyek Tangguh Train 3 bahwa Tangguh LNG melalui kontraktor dan subkontraktornya telah memperkerjakan lebih dari 5.400 pekerja yang berasal dari tanah Papua sejak konstruksi dimulai 2016.

”Saat ini, proyek Tangguh Train 3 telah mendekati penyelesaian dan pekerja konstruksi telah mulai di demobilisasi. Ini merupakan sebuah kewajaran dalam siklus proyek hulu migas,” ucapnya.

Menjawab pertanyaan mengenai kapan Proyek Tangguh Train 3 selesai 100%, Desy berujar bahwa pihaknya terus melanjutkan pekerjaan dengan aman, sesuai kualitas yang dipersyaratkan. Dalam waktu dekat kata dia, sesegera mungkin sesuai target yang dimintakan oleh SKK Migas dan pemerintah.

Budy Hermawan, Tangguh Sustainable Project Manager Bp Indonesia menambahkan bahwa berbagai pelatihan dan peningkatan keahlian telah diberikan kepada para pekerja asal Papua sejak awal.

Baca juga:  Cartenz Malibela Resmi Jabat Wakil Ketua IV DPR Papua Barat

“Sebanyak 4.219 pekerja telah menerima lebih dari 35 jenis pelatihan tambahan keahlian, peningkatan kapasitas dan kompetens keteknikani, seperti struktur, mekanikal, pemipaan, elektrikal, dan lainnya sebagai komitmen kami dalam peningkatan kapabilitas.” jelasnya.

Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Papua Barat, Ermawati Siregar dalam kesempatan yang sama mengatakan pihaknya mengapresiasi Bp Indonesia yang terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan hak-hak para pekerja proyek Tangguh Train 3 yang didemobilisasi terpenuhi dengan baik.

Selain itu, blBp Indonesia juga terus mengupayakan untuk mempersiapkan tenaga kerja tersebut dapat meningkatkan keahliannya agar setelah selesai dari proyek Tangguh 3 dapat bekerja di sektor dan proyek lain di luar proyek Tangguh.

“Papua Barat ditopang oleh banyak industri, dengan peningkatan kapasitas tersebut, mereka bisa bekerja di berbagai sektor seperti bengkel, industri kayu dan lain-lain setelah selesai bekerja di proyek Tangguh,“ kata dia.

Baca juga:  Gandeng Jurnalis di Sosialisasi Pencapaian Kinerja Hulu Migas, PWI Papua Barat Apresiasi SKK Migas Pamalu

Sementara itu, Pjs. Kepala Perwakilan SKK Migas wilayah Papua dan Maluku, Galih Agusetiawan mengatakan bahwa kegiatan hulu migas yang berada di Papua Barat, termasuk di dalamnya yang dioperatori oleh bp Indonesia telah terbukti menimbulkan adanya multiplier effect (efek berganda) tidak hanya terhadap perekonomian di daerah bahkan secara nasional.

“Keberadaan Tangguh LNG dan kesuksesan penyelesaian projek Train 3 nantinya, pasti akan membuka peluang memunculkan industri industri turunan baru yang juga akan meningkatkan nilai strategis tambahan bagi perekonomian daerah, dengan demikian perlu dukungan dari semua pihak untuk dapat menciptakan kelancaran operasional dan peningkatan citra investasi dikawasan Timur Indonesia,” tutup Galih. (*/Red)

Latest articles

bp Kirim Jacket Pertama Proyek Tangguh UCC Menuju Lepas Pantai Fakfak...

0
KEPRI, LinkPapua.id – Perusahaan energi bp mengirimkan unit jacket pertama untuk kebutuhan instalasi lepas pantai di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Pengiriman alat berat ini...

More like this

bp Kirim Jacket Pertama Proyek Tangguh UCC Menuju Lepas Pantai Fakfak Papua Barat

KEPRI, LinkPapua.id – Perusahaan energi bp mengirimkan unit jacket pertama untuk kebutuhan instalasi lepas...

Musrenbang Otsus-RKPD Papua Barat Fokuskan 3 Program Prioritas Pembangunan

MANOKWARI, LinkPapua.id – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua...

Musrenbang Papua Barat 2027 Sepakati 446 Subkegiatan, Anggaran Otsus Tembus Rp1 Triliun

MANOKWARI, LinkPapua.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat menyepakati ratusan subkegiatan prioritas dengan total...